07
Okt
08

Cara Menjinakkan Burung

Tanya:

Saya punya burung baru, bakalan hutan. Girasnya minta ampun. Bagaimana caranya untuk menjinakkan? (Henry)

Jawab:

Untuk menjinakkan burung sudah banyak tips diberikan oleh kawan-kawan kita. Dalam proses wajar, burung bisa jinak dalam waktu relatif lama. Kalau mau agak cepet, kuncinyanya pada diri kita sendiri: sempat apa nggak. Kalau Anda sempat, lakukan hal-hal berikut ini.

1. Dari sisi tempat

Kalau Anda punya burung terlalu liar, gantung saja agak tinggi di tempat ramai, ya di tempat ramai, atau yang biasa dilalulalangi anggota keluarga. Jangan justru digantung di tempat tersembunyi karena Anda takut burung kelabakan. Biasakan itu selama sekitar sepekan. Setelah itu, posisi agak diturunkan. Lakukan selama sepekan, turunkan lagi, sepekan mendatang turunkan lagi sampai posisi normal. Kalau rumah Anda dekat jalan raya/kampung, biasakan gantung burung di halaman rumah dekat jalan itu (tapi awas maling). Kalau burung Anda memang liar banget dan Anda melakukan saran saya ini, saya jamin burung Anda bakal berdarah-darah di sekitar paruhnya, juga bulunya rusak. Tapi no problem. Itu proses normal yang harus kita lalui. Luka bakal kering, bulu bakal tumbuh lagi.

2. Dari sisi memandikan

Biasakan memandikan burung dengan cara dikaramba dengan waktu agak lama. Kalau dia nggak mau mandi sendiri, semprot pakai semprotan sampai basah kuyup. Nggak masalah dia kelabakan kesana-kemari saat disemprot. Benar-benar basah kuyup sampai menggigil kedinginan dan nggak kelabakan lagi. Biarkan dulu dia di karamba, sampai bulu agak kering. Tapi kalau Anda tergesa-gesa mau pergi, masukkan langsung ke sangkar juga nggak apa-apa, dan gantung di tempatnya. Kalau sempat, lakukan “pemandian” itu pagi dan sore hari.

3. Dari sisi makanan (bisa dilakukan pada hari libur/menyempatkan diri libur)

Kosongkan tempat pakan menjelang malam. Biarkan pada pagi hari dia kelaparan. Dalam kondisi itu, sorongkan jangkrik dengan lidi di tangan kita. Kalau dia nggak mau mematuk jangkrik, tarik lagi. Lima atau sepuluh menit lagi kita lakukan hal sama. Kalau masih nggak mau, tunda lagi. Begitu seterusnya, sampai sekitar pukul 10.00. Kalau sampai jam itu belum mau juga, tinggalkan jangkrik di tempat pakan biar dimakan. Setelah dia makan satu jangkrik, sorongkan pakai lidi satu jangkrik lagi. Kita goda dia beberapa saat mau mendekat atau tidak. Begitu jangkrik disambar, kita coba lagi, sampai burung agak kenyang. Setelah itu tempat pakan kita isi dengan kroto (untuk murai dan kacer) satu sendok teh saja. Siang hari, kita coba-coba lagi memberi jangkrik dengan lidi, dan begitu pula sore hari. Setelah terbiasa dengan lidi, coba langsung diangsurkan dengan tangan. Proses ini kuncinya adalah membuat burung kelaparan dan merasa tergantung pada manusia dan “terpaksa” harus berani kepada manusia. Karena kuncinya membuat burung lapar, senantiasa kosongkan wadah pakan dan hanya beri secukupnya ketika sudah dilatih makan jangkrik yang kita tusuk lidi/langsung dari tangan kita.

Kalau sekadar untuk tetap bernafas sehat, empat-lima jangkrik sudah cukup kita berikan pada pagi hari, dua-tiga jangkrik pada siang hari, dan empat – lima jangkrik pada sore hari, dan semuanya tanpa ada makanan tambahan di wadah pakan.

—Itulah sejumlah cara menjinakkan burung yang bisa kita pilih. Kalau ketiga cara itu bisa kita laksanakan/kombinasikan berbarengan, maka dalam waktu nggak sampai sebulan burung liar sudah jadi relatif jinak.

Menjinakkan burung dengan cara itu memang membawa sejumlah konsekuensi, misalnya burung yang semula sudah mau ngriwik/bunyi, jadi agak macet karena stres. Burung yang semula mulus, jadi luka atau rusak bulu. Tapi semua adalah bagian dari proses. Tinggal kita mau pakai jalan cepat atau jalan biasa. Orang Jawa bilang, jer basuki mawa bea, semua kebaikan perlu biaya dan biaya ini bisa bermacam-macam bentuknya. Ok? (Duto Sri Cahyono)

(Tulisan ini juga dimuat di kicaumania.org)

About these ads

5 Responses to “Cara Menjinakkan Burung”


  1. 18/07/2008 pukul 9:42 am

    terima kasih atas masukannya mas, btw salam kenal. Saya juga baru punya burung MB yg sy beli dipasar burung, agak setengah giras memang dan diperlukan kesabaran ekstra buat ngejinakinnya. Mudah2an postingan anda akan sangat membantu saya

  2. 13/08/2008 pukul 1:31 pm

    saya punya AM yang sudah baik dan bagus dalam berbunyi, yang ingin saya tanyakan apakah betul memandikan burung peliharaan (AM) lebih baik di malam hari untuk menjaga kondisi tubuhnya>

  3. 20/08/2008 pukul 2:30 am

    Normalnya, memandikan burung ya pada pagi hari (setelah dijemur sebentar biat agak hangat) atau sore hari. Untuk treatment tertentu, memang ada yang memandikan AM malam hari, misalnya untuk menurunkan birahi dan agresivitas.
    Untuk diskusi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi web para kicaumania (di sana ada kupasan saya dan kawan2 kicaumania tentang perawatan AM) yakni di http://www.kicaumania.org.

    Salam,
    Duto

  4. 18/12/2008 pukul 10:33 pm

    Bener banget Mas, kalau yang ini udah pernah saya ujicobakan ke MB saya, dan berhasil. Tapi cara Mas Duto sedikit lebih sadis karena selalu membiarkan burung kelaparan dulu…hehehe.

    “Orang Jawa bilang, jer basuki mawa bea, semua kebaikan perlu biaya dan biaya ini bisa bermacam-macam bentuknya. Ok?”
    — Setuju Mas, memang harus ada yang perlu “dibayar” untuk meraih sebuah kesuksesan.

    Jawab
    Ya minimal lapar begitulah, nggak perlu sampai “kelaparan” hehehe.
    Iya Om. Salam.

    Duto

  5. 29/01/2009 pukul 12:41 am

    om pengen konstasi lagi nich..
    saya punya burung murai batu bakalan hutan,kata yang jual such lampung jenisnya, panjang ekornya kira kira 15cm, sangat giras tapi sudah sukses di ajarin makan voer..
    yang saya mau tanyakan nih om ya…
    1. jika dia di gantung di atap rumah trus liat orang dia kelabakan, lalu dia turun dari tangkringannya ke dasar sangkar, apakah mental MB saya nih jelek om??\
    2. saya biasa memaster MB saya dengan CD, tapi dia belum juga kunjung bunyi om, gimana sich cara memaster MB saya nih dengan CD yang baik??
    3. gimana cara agar MB saya nih lekas bunyi??
    terima kasih ya om duto yang buaek..

    Jawab:
    Inti masalahnya ada pada kondisi MB itu yang masih takut2 orang. Kalau sudsah nggak takut2, pasti akan gacor juga kok asal ngerawatnya pas.
    Untuk melihat hasil masteran tidak bisa seketika. Suara masteran akan muncul nanti kalau burung ketemua lawan atau kalau pas sudah gacor. Sekarang dimaster terus saja samblil dilatih untuk tidak takut orang dengan meletakkannya di dekat keramaian.
    Salam,
    Duto Solo


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: