02
Nov
08

Kunci Utama Perawatan Burung

Persoalan yang paling banyak dimunculkan dalam berbagai forum burung adalah bagaimana membuat burung yang tidak bunyi menjadi bunyi; bunyi jelek menjadi bagus; bunyi bagus tetap konsisten bagus. Hal ini sangat wajar karena tujuan utama yang dikejar para kicaumania dalam memelihara burung adalah bagaimana burung mereka bisa bunyi bagus.

Ya, namanya saja “kicau (burung) mania” dan bukan “gaya (burung) mania” dan bukan pula “tarian (burung) mania”. Meskipun masalah penampilan juga sangat penting, khususnya untuk burung2 lomba, tetapi dalam hal ini saya lebih banyak berbicara dalam hal kicauan dulu. Lagi pula, kebanyakan gaya burung dalam bertarung relatif tetap dan relatif tidak bisa di-treatment untuk diubah.

Kicauan burung sangat berkaitan dengan kesehatan sebagai variabel independen (yang mempengaruhi). Kesehatan ini ada dua; fisik dan mental, yang keduanya tidak bisa dipisahkan sama sekali. Sesehat apapun kondisi fisik burung, kalau terganggu kondisi mentalnya, maka kesehatan fisik langsung terganggu dan tidak akan pernah mau bunyi, apalagi bunyi bagus. Begitu juga kalau mentalnya bagus, maka ketika kondisi fisiknya terganggu, misalnya nglabrak2 dan pangkal paruhnya berdarah, maka akan menyebabkan burung tidak bisa tampil maksimal.

Pakan

  1. Kesehatan fisik akan tercapai bila burung tercukupi dalam hal pakan (4 sehat, 5 sempurna), air dan sinar matahari.
  2. Kesehatan mental akan tercapai bila burung berada dalam kondisi “senang” dan tidak tertekan.

Berkaitan dengan terpenuhinya 4 sehat 5 sempurna, maka pentinglah bagi burung untuk selalu disuplai makanan tambahan.

- Untuk burung dengan pakan utama serangga (MB, jenis2 kacer, dll) perlu diberi tambahan vitamin secara rutin dan terukur. Untuk jenis burung ini yang terbiasa diberi voor, bisa dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian vitamin. Kalau dalam kemasan voor sudah tertulis bahwa voor tsb kaya akan kandungan vitamin, mungkin tidak perlu ada tambahan suplemen. Untuk burung2 yang tidak diberi voor (karena dikhawatirkan akan menurunkan kualitas suara) mutlak harus ditambah suplemen (khususnya vitamin).

- Untuk burung dengan pakan utama berupa buah (jenis cucak misalnya), perlu diberi serangga secara teratur dan terukur.

- Untuk burung pemakan biji, perlu sering diberi serangga dan buah/sayuran. Kenari dan branjangan misalnya, perlu ada kroto dalam menu makanannya.

Berkaitan dengan terpenuhinya sinar matahari (untuk pengubahan pro vitamin D menjadi vit D; mematikan jamur dan juga kutu), maka itulah perlunya penjemuran. Untuk sekadar alasan kesehatan (bukan treatment agar “ganas” dsb), penjemuran rutin cukup 30 – 60 menit di pagi hari.

Konsistensi

Lebih penting dari semua hal di atas adalah masalah konsistensi dalam pemberian, baik dalam hal jadwal maupun takaran.

Pemberian pakan dengan jadwal yang tidak teratur, kadang diganti pagi, kadang sore; atau jumlah yang tidak teratur, kadang sesendok kadang tiga sendok, atau jenis pakan (misalnya voer) yang berganti-ganti, kadang merk A kadang merk B, membuat burung tidak stabil.

Berkaitan dengan masalah konsistensi inilah maka perlu kiranya bagi para kicaumania untuk menetapkan jenis, jadwal dan jumlah pakan bagi burung mereka yang dilaksanakan secara konsisten.

Misalnya Anda sudah menetapkan pola makan: pagi jangkrik 4 ekor, siang kroto sesendok, sore jangkrik 5 ekor plus cacing 2 ekor, maka konsisten saja itu dilakukan.

Demikian pula halnya dalam hal memandikan dan menjemur. Harus konsisten. Kalau burung Anda biasa dimandikan pagi, ya pagi terus. Kalau sore, ya sore terus. Kalau pagi-sore, ya pagi-sore terus. Kalau seminggu hanya sekali pada hari Minggu, ya seminggu sekali saja pada haru Minggu. Bukan menjadi seminggu dua kali hanya karena kebetulan pada pekan itu ada libur selain hari Minggu.

Kalau memang perlu ada perubahan maka hendaknya perubahan tidak dilakukan secara drastis dan konsisten menerapkan pola baru tersebut. Adakan perubahan secara bertahap. Untuk ganti merk pakan misalnya, maka campurkan saja pakan yang biasanya dengan pakan yang baru. Hari berikutnya, merk tertentu yang hendak dihilangkan, dikurangi porsinya sedikit demi sedikit, sampai pada akhirnya hanya voer pengganti yang kita sodorkan.

Tips dan trik menjaga kesehatan fisik:

  1. Jangan pernah iseng memberi pakan burung tidak pada jadwal waktunya (misalnya ada jangkrik lepas, ya masukkan kandang jangkrik, jangan iseng diberikan ke burung yang ada di dekat Anda).
  2. Jangan iseng memandikan burung tidak pada waktunya (misalnya biasanya sepekan dua kali, menjadi setiap hari selama sepekan karena kebetulan pekan itu Anda libur atau cuti).
  3. Jangan iseng menjemur burung lebih lama dari biasanya untuk sesekali waktu, misalnya hanya karena Anda kebetulan sempat menunggui berlama-lama.
  4. Jangan iseng meniru-niru pola pakan dari kawan, jika Anda tidak yakin bisa konsisten untuk melaksanakannya.
  5. Jangan sampai kehabisan voor merk tertentu yang biasa Anda berikan ke burung Anda. Jangan terlalu yakin bahwa merk tertentu itu selalu tersedia di kios pakan burung langganan Anda (kecuali Anda mau repot muter2 ke kios lain).
  6. Tips (paling gampang dilaksanakan): Konsisten merawat burung secara tidak konsisten…(dengan risiko ditanggung sendiri…., hehehehe).

Tips dan trik menjaga kesehatan mental burung:

  1. Biasakan diubah2 tempat gantungannya di tempat2 yang relatif ramai orang, gaduh, berisik.
  2. Jangan diubah2 posisi tempat pakannya.
  3. Jangan diubah2 bentuk dan ukuran tempat tenggeran/tangkringannya.
  4. Biasakan burung dengan kerodong, topi, payung dan lain-lain, dengan warna yang beragam.
  5. Biasakan dipertemukan dengan burung lain (baik sejenis maupun lain jenis). Catatan: Jangan lama2, kalau Anda belum yakin dengan kondisi mental si burung.
  6. Biasakan dibawa bepergian (entah pakai mobil ataupun motor) entah untuk tujuan lomba, latber, atau sekadar muter2 kota. Misalnya Anda main ke rumah kawan dan tidak merasa repot, bawa saja burung Anda meskipun di sana hanya digantung sendirian, sementara Anda ngobrol.
  7. Milikilah burung sejenis sebagai sparring partner atau “unthul” (bahasa Jawa, bahasa Indoensia-nya apa saya tidak bisa memilih kata yang pas) dengan kualitas mental yang jeblok, untuk selalu “dilabrak” oleh burung andalan kita. Ini seperti kalau kita punya ayam bangkok petarung, maka kita perlu ayam jago lainnya (biasanya ayam lokal) yang kualitas tarungnya jelek dengan tugas “menerima pukulan” bangkok jagoan kita. Ini bertujuan meningkatkan mental burung dengan cara memberi perasaan bahwa dia adalah burung “menangan” (padahal musuhnya-lah yang jelek, hehehe bo’ongi saja biar dia pede).

Catatan A:

Burung-burung yang sangat sensitif terhadap perubahan pakan, perawatan dan lingkungan:

  1. Jenis kacer/anis (AM, AK, kacer)
  2. Jenis cucak (terutama CR dan CI/CH).

Catatan B:

Untuk konsistensi bisa diabaikan ketika Anda men-treatment burung dalam proses ngurak/ bodol/ mabung karena untuk burung2 tertentu kadang diperlukan treatment khusus yang sama sekali berbeda (saya pernah menulis tentang ini. Coba lihat threat tentang AM).

Burung perlu medical/behavior record

Berkaitan dengan masalah konsistensi ini, perlu kiranya setiap burung memiliki medical/behavior record. Tentu ini sekadar catatan kesehatan dan perilaku yang kita tulis secara sederhana. Dalam record itu antara lain terdapat catatan tentang pola makan, pola mandi/jemur, design/pola kandang dan tangkringannya. Record itu kalau bisa ditempel di tempat yang terlihat sehingga siapa saja yang merawat burung itu akan menanganinya dengan pola yang sama. Kalau Anda punya satu dua burung, mungkin tidak bingung ketika Anda pergi dan meninggalkan burung pada perawat khusus/orang lain. Coba saja Anda punya burung lebih dari 10, maka konsistensi perawatan akan kurang terjamin, apa lagi kalau Anda mau mengoperkan perawatan kepada orang lain.

Inilah sesungguhnya yang terjadi, mengapa selama ini banyak orang yang kecewa karena burung yang mereka beli tidak sebagus ketika masih ada di tangan pemilik sebelumnya, misalnya. Jadi kalau Anda beli burung bagus, tanyakan secara detil bagaimana perawatannya, bukan sekadar pada pola pakan, tetapi juga pada pola mandi/jemur, pola sangkar dan detail dalamnya, serta kebiasaan2 lain yang membuat burung dalam kondisi happy (trauma pada benda2 tertentu, bisa membuat burung macet bunyi ketika melihat benda2 sejenis).

Di dalam record itu, juga perlu ada catatan tentang pola perawatan insidentil. Misalnya saja, ada catatan detail pola perawatan ketika mau turun lomba/latber, sebab banyak yang memberikan pola makan berbeda ketika dalam kondisi biasa dan kondisi akan dilombakan/dilatberkan. Bisa saja ketika mau ditandingkan, biasa ditambah porsi pakan A-nya dan dikurangi porsi pakan B-nya, atau malah diberi pakan C yang tidak pernah diberikan secara harian, dan sebagainya.

Sebagai penutup tulisan ini, saya berikan catatan dalam huruf kapital: SEKECIL APAPUN PERUBAHAN DALAM POLA PERAWATAN AKAN BERPENGARUH, BAIK POSITIF ATAUPUN NEGATIF, PADA KONDISI KESEHATAN (FISIK DAN/ATAU MENTAL) BURUNG,

Sekian dan semoga bermanfaat.

(Artikel ini juga saya kirim ke www.kicaumania.org)

About these ads

32 Responses to “Kunci Utama Perawatan Burung”


  1. 1 dwie
    05/06/2008 pukul 8:09 am

    Kalau lagi mabung/ngurak gimana perawatannya, Bosss…??? Trims..

  2. 07/06/2008 pukul 2:58 am

    Untuk burung apa? Karena masing2 burung ada beda (meski sedikit) dalam penanganan masa mabung.
    Kalau untuk AM, ini ada sedikit referensi (tanya jawab saya dengan teman di forum kicaumania):

    Tanya (Widodo Tri):
    Mas Duto,
    Saya punya anis merah dalam kondisi beberapa bulu ekor sudah seperti lidi dan bulu sayapnya ada yang baru dan ada yang tua/kering sekali dan bulu halus masih muda/kinclong. Tetapi sudah hampir satu bulan burung ini tidak mau mabung-2. Setiap hari saya kasih jangkrik pagi 3 sore 3, dan kroto 2 sendok teh pagi saja. Voor juga sudah saya ganti ( dari chirpy rumput laut ke top song yg bukan rumput laut). Mandi 1 minggu sekali. Dan setiap pada saat mandi, burung tsb mencabuti bulu halusnya sendiri. Tetapi setelah dimandikan burung malah jadi rajin bunyi dan bulunya tidak juga rontok-2.
    Kebetulan saya browsing di internet lagi dan menemukan tulisan mas Duto ini. Mohon dong di kasih ilmunya secara detail cara untuk merontokkan bulu anis merah ini, karena saya tidak menemukan di tulisan mas Duto ( diatas ) mengenai jumlah/porsi EF cacing,jangkrik&buah ( apakah masih perlu diberikan? ). Juga apakah perlu tidaknya penjemuran selama dalam treatment perontokan bulu. Kemudian perawatan pada masa mabungnya sendiri bagaimana ya? Dan juga perawatan pasca mabung. Soalnya ini yang kedua kali saya memelihara anis merah. Yang pertama gagal total, karena burung mati setelah mabung tanpa tahu sebabnya. Jadinya saya sangat khawatir terhadap anis merah yang satunya ini. Untuk itu, mohon dong sharing ilmu perawatan anis merahnya. Trim’s berat dech atas bantuan mas Duto. Dan ini sangat saya tunggu-2 informasinya.
    NB : Burung anis kandeg itu apaan sich, mas ?

    Jawab (Duto):
    Salam kenal.
    Tentang bulu anis merah yang belum rontok meski yang lain malah sudah tumbuh bagus, nggak perlu risau. Tidak perlu dipaksakan untuk di-segera-rontok-kan. Hanya saja, sementara ini buah jangan diberikan dulu; porsi kroto ditambah; tidak dimandikan dan juga tidak dijemur kecuali hanya sebentar saja.
    Masalahnya sekarang, apakah Anda memelihara anis itu untuk kicauan dan kesenangan ataukah untuk segera dilego/ditukarkan burung lain. Kalau memang untuk kesenangan, maka rawatlah anis merah secara normal, yakni diberi pakan seperti halnya ketika kondisi normal. Ya dimandikan, ya dijemur, ya diberi EF dg ukuran normal, ya diberi buah. Dengan begitu, anis tetap sehat dan terus bunyi meski dengan kondisi bulu tidak ideal.
    Kalau nantinya mau segera dilego dan karenanya anda harus nguber segera utuh kondisi bulunya, ya paksakan saja untuk mempercepat proses ngurak dengan menggenjot porsi kroto; juga menyetop buah, mandi dan jemur.
    Tapi hal ini tidak saya sarankan. Lebih baik, rawat saja burung secara normal dan kita nikmati kicauannya tanpa rasa tergesa-gesa untuk melihat semua aspek dari burung kita berada dalam kondisi ideal.
    Untuk parawatan pascamabung, ya sama saja dengan kondisi normal. Cuma, jemurnya jangan lama2 karena akan menyebabkan bulu rusak. Juga jangan terlalu banyak jangkrik, dan kroto dan/atau cacing dulu karena akan membuat burung gemuk (biasanya masa-masa sehabis mabung, burung banyak makan). Burung yang gemuk tidak akan rajin berkicau. Kalau tidak, ya malah kandeg. Apa itu kandeg? Kandeg itu istilah jawa untuk burung yang macet bunyi. Banyak burung yang kondisi fisiknya terlihat bagus, mental bagus, tidak terlihat takut terhadap orang atau burung lain, tetapi malsa atau bahkan tidak bunyi. Itulah kandeg, banyak hal yang menyebabkan burung kandeg. Antara lain adalah kegemukan.
    Demikian jawaban saya saat ini. Moga-moga bermanfaat.

    Tanya (Widodo Tri):
    Terima kasih banyak atas masukannya. Sebenarnya saya memelihara anis merah ini adalah untuk tujuan lomba. Karena terus terang saya belum pernah main di burung ini. Sedangkan biasanya saya main lomba di burung-2 type fighter ( kacer, hwamei dan murai batu ). Dan setiap saya ketemu orang yang punya jagoan anis merah, kemudian saya tanya mengenai seluk beluk perawatannya selalu saja mengelak. Justru malah memberikan informasi yang ‘menakutkan’ yang katanya ginilah atau gitulah kalau memelihara anis merah. Tapi itu justru membuat saya semakin penasaran. Kebetulan dulu waktu saya tugas di jambi, saya sempat browsing dan menjadi anggota milis MPZ, dan saya lihat tulisan maupun penjelasan yang diberikan mas duto itu enak sekali. Tidak menutup-nutupi suatu hal. Cuma sayangnya saya nggak sempat copy banyak mengenai perawatan burung anis merah dan begitu kembali ke jakarta server kantor kena serang virus sehingga semua milis di yahoo di block oleh IT kita. Jadinya saya belum bisa gabung lagi di milis dan saya minta bantuan mas dutonya melalui japri.
    Mengenai perawatanan anis merah untuk lomba apakah berbeda sekali dengan perawatan normal seperti yang mas duto tuliskan di bawah? Apakah pemberian extrafooding yang berlebih yg dapat memepercepat rontok bulu punya efek negatif yang besar setelahnya?
    Dan saya ingin menanyakan fungsi ekstra fooding. Terutama cacing dan buah. Ada yang memberi informasi kalau pemberian cacing tiap hari akan memudahkan anis merah teler waktu di gantang. Tetapi ada yang memberitahu kalau tiap hari di beri cacing akan membuat burung tsb gembos. Dan buah khususnya apel merah bisa menggelontor/menguruskan burang pasca mabung. DAn katanya itu harus diberikan setiap hari. Yang benar itu gimana mas?

    Jawab (Duto)
    Ok Mas,
    Perawatan anis merah untuk rumahan dan lomba, sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya harus menurut standar kecukupan gizi (untuk makanan) dan perlakuan (agar tidak mudah stress). Cuma saja, biasanya, burung untuk rumahan tidak terawat secara maksimal karena kita hanya memerlukan kicau merdunya setiap hari, setiap saat. Sedang kalau untuk lomba, kita perlu melatihnya bertarung di berbagai arena latihan bersama. Kalau terbukti suaranya “tembus” (keras melebihi kerasnya suara rata-rata burung lain) dan bermental bagus (teler habis dari awal sampai akhir) dengan gaya teler yang bagus (ngipas– ekor kembang-kempis seperti kipas atau nyacah– gaya teler dengan kepala mengangguk2 beritme cepat), maka kita pelihara burung itu untuk jagoan di arena lomba.
    Sedangkan kalau hanya sebatas gacor tetapi gaya telernya biasa atau hanya teler kalau sendirian misalnya, maka itu cocok untuk burung rumahan.
    Intinya, untuk perawatan, sebaiknya tidak ada beda. Harus sama-sama bagus.
    Percepatan perontokan dengan penambahan EF (biasanya kroto dan ulat hongkong) bisa dilakukan. Cuma saja, ulat hongkong dibatasi jumlahnya (paling 10-15 ekor) dan itupun hanya ulat hongkong yang sudah diberi makan wortel atau daun pepaya.
    Efeknya, burung bisa kegemukan dan kalau sudah kegemukan, sulit sekali menguruskannya lagi. Padahal, burung gemuk biasanya males bunyi.
    Soal cacing, ya pastilah dia akan membuat burung mudah teler karena cacing bergizi tinggi dan merangsang burung untuk selalu bergembira ria (hehehehe….setara daging kambing untuk manusia kali ya…..).
    Kalau kaitannya dengan gembos, saya kira tidak. Cuma, kalau burung terlalu banyak bunyi ketika sendirian. Maka dia akan mudah gembos kalau ditarungkan. Nah kita pilih mana? Kalau kita perlihara burung untuk kicauan di rumah, ya kalau di rumah nggak usaha dikerodong biar bunyi terus. Kalau mau buat lomba, ya kalau di rumah dikerodong terus agar tidak kehabisan stamina ketika lomba karena sudah bunyi terus sehari-dua hari sebelumnya secara terus menerus.
    Kalau burung makan buah jadi kurus itu ya masuk logika sih Mas. Cuma biasanya, pemberian buah harus dibarengi dengan pengurangan jatah pakan lain (vorr——-sumber karbohidrat ataupun EF yang banyak lemaknya spt jangkrik dsb). Kalaupun digelontor buah kok tidak ada pengurangan karbohidrat, ya sama saja bohong.
    Kalau kurang karbohidrat dan cuma banyak mengkonsumsi buah, maka burung bisa cepet kurus.
    Cuma, pengurangan karbohidrat dan EFnya jangan kebangetan, nanti kurang gizi.
    Untuk pengurusan, hal yang paling utama adalah sering memandikan burung di karamba. Dengan mandi di karamba, burung mengeluarkan energi yang besar untuk mengepak2kan dan menggetarkan sayap serta untuk menaikkan suhu tubuh. Jadi itulah sebenarnya, mengapa burung yang sering dimandikan malam hari “relatif” bagus. Sebab, kelangsingan tubuhnya terjaga dan karenanya rajin bernyanyi.
    Begitu dulu ya Mas, moga-moga bermanfaat.

    Tanya (Widodo Tri):
    Sory mas Duto ada pertanyaan yang ketinggalan,
    Kalalu anis merah dimasukkan dalam kandang umbaran ( seperti yg biasa saya lakukan untuk burung-2 fighter ) kira-kira boleh nggak ya? Apakah nanti malah bisa terjadi masalah? Ataukah malah sebaliknya, performannya dan fisiknya malah bagus?

    Jawab (Duto):
    Nggak menjamin jadi bagus Mas. AM itu burung yang relatif peka terhadap perubahan2 kandang, pakan, kondisi dsb. Maunya pengin jadi bagus, bisa-bisa malah jadi jeblok. Terus terang, selama ini belum pernah saya melihat/mendengar ada AM yang diterapi kandang umbaran (untuk meningkatkan stamina dengan cara memaksa dia “berolahraga”). Tapi kalau Anda mau mencobanya, itu sangat bagus.
    Tinggal nanti saya menunggu report-nya. Bagaimana? Hehehehe….
    Salam,
    Duto Solo

  3. 26/06/2008 pukul 10:08 am

    Salam kenal to mz Duto dri sya di jogja.sya baru tentang burung,tpi sya selalu mencari ilmu tentang perawatan dan sebagainya mengenai burung berkicau.sya memiliki kenari F1 dri peternak jogja dgn mental yg bgus dan gacor.pertanyaan sya bgaimana agar bunyinya panjang/g terputus2 jg tmbah lantang untuk kontes.bgaimana jg perawatan dan stelan menjelang kontes yang bagus. matur suhuun…

  4. 4 Satrio
    08/09/2008 pukul 12:00 pm

    Saya mau tanya bos. Saya punya AM pernah ngeplong(bunyi beberapa kali) setelah itu gak mau bunyi lg sampai sekarang. cuma ngriwik aja gmn caranya biar gacor boz??

  5. 5 Duto
    09/09/2008 pukul 1:56 pm

    Om Pamungkas.
    Bunyi panjang gak terputus biasanya bisa dilakukan oleh kenari yang sedang benar2 berada pada top performence-nya. Suara terputus2 juga dipengaruhi oleh jenis isiannya. Kalau isiannya terlalu banyak, justru suara banyak terputus2 karena kenari pengin megeluarkan semua isiannya. Kenari standar (tanpa isian) cenderung suaranya panjang2, berlapis.
    Tetapi semua hal. utamanya tergantung pada kondisi fisik dan mental kenari. Kalau kondisi fit dan mental bagus, suara tetap panjang2.
    Setelan tidak perlu macam2, yang penting kenari tidak kegemukan. Coba baca postingan tentang “stop pakan sebelum kenyang”.
    Trims dan salam,
    Duto

  6. 12/09/2008 pukul 8:51 am

    Wah saya sangat tertarik dengan tips2 mas berikan, Selamat pagi, sy mau

  7. 7 Subiyakto Surodibroto
    15/09/2008 pukul 3:14 pm

    Saya punya kepodang kuning dengan paruh warna merah (dikasih teman). Bagaimana caranya agar burung itu bisa terus berkicau dengan “lantang”? Diberi pakan apa saja? Mohon infonya. Terima kasih.

  8. 17/09/2008 pukul 1:15 pm

    Kepodang pemakan buah Om. Makanan yang pas tentunya buah2an seperti pepaya atau pisang. Berikan pepaya yang masak dan/atau pisang. Usahakan pisang kepok putih.
    Kepodang bisa juga dilatih untuk makan voor burung (beli di kios pakan burung). Cara melatih agar kepodang mau makan voor (kalau selama ini belum terbiasa), pertama, iris pepaya matang yang sudah dikupas berukuran kecil2 sehingga bisa masuk ke cepuk wadah pakan burung. Setelah itu, taburi dengan vooer di atasnya. Lakukan hal itu sampai 3-4 hari. Setelah itu, porsi pepaya dikurangi dan porsi voor ditambah di dalam cepuk. Kalau nanti pepaya habis, maka kepodang akan mau makan voor.
    Pemberian voor memudahkan kita merawat burung karena kandang relatif bersih. Meski demikian, keopodang tetap perlu diberi buah. Misalnya 2 kali sepekan dsb.
    Coba berikan juga extrafooding (makanan tambahan) berupa serangga seperti jangkrik (banyak dijual di kios burung). Berikan saja 3 ekor pagi dan 3 ekor sore. Hilangkan dulu kaki jangkriknya, terutama yang bagian belakang, dan juga bulu2nya jika jangkrik sudah berbulu.
    Untuk kepodang, perlu juga diberi wadah air yang relatif besar yang memungkinkan kepodang mandi di dalamnya.
    Sekian Om jawaban saya, semoga membantu.
    Salam,
    Duto

  9. 9 Soerono
    19/09/2008 pukul 12:15 pm

    Setelah membaca uraian pokok ini, saya menyimpulkan bahkan AK saya telah saya perlakukan secara tidak konsisten (dalam hal pakan, pemandian, penjemuran, pemberian vitamin). sy punya dua AK, dua-duanya masih bakalan (di bawah setahun). yg ingin saya tanyakan:
    – dalam kasus saya, apa yang harus saya lakukan dengan ke2 AK saya yg selama ini telah sy perlakukan secara tidak konsisten? bagaimana mengawalinya? sy sadar bhw jam-jam pekerjaan sy tidak teratur.
    – apakah burung bakalan perlu dikerodong?

    Terima kasih buanyak
    salam

  10. 10 yudil
    05/10/2008 pukul 11:09 pm

    salam kenal mas

    ini saya pny MB,masih muda,suaranya kok gak tebal ya ,ga seperti mB yg lainnya pa emang perlu proses? apa ada kiat2 nye?
    Thank.s
    Batam. mania

  11. 11 Anang
    06/11/2008 pukul 8:49 am

    Salam kenal Om

    Mau Tanya NEch…
    Om gimana sech cara ngerawat AM yang lagi mabung?
    AM saya tiap 3 hari mabungnya cuma satu helai bulu. gimana cara ngatasinya biar cepat rontokx

    maaf terlalu banyak nanya alnya masih pemula banget

  12. 06/11/2008 pukul 12:35 pm

    Suara MB akan mencapai titik maksimal kira-kira habis mabung kedua (18-21 bulan).
    Perlu proses. Ok Mas?

    Mempercepat ambrol bulu AM:
    1. Full krodong saja.
    2. Jangan dimandikan.
    3. Stop buah.
    4. Kroto diperbanyak.
    5. Beri ulat hongkong pagi-sore 4 ekor.
    Semoga membantu.

  13. 13 Pieter
    27/11/2008 pukul 1:31 am

    Salam kenal Bozz
    Boz saya bener2 pemula dalam memelihara burung..Yang mau saya tanyakan gimana cara cepat CIBLEK yang baru dibeli dari pasar untuk dapat segera makan voor tidak selalu terbiasa dengan kroto atau ulat hongkong misalnya..Dan merk voor apa yang cocok buat CIBLEK?????
    Terima kasih…

  14. 28/11/2008 pukul 12:02 am

    Om Pieter,
    Walah… di dunia burung nggak ada pemula dan sebagainya karena meskipun sudah lama kecipung di dunia burung, ada saja hal-hal baru yang harus dipelajari. Saya pun, dengan demikian, juga pemula forever, hehehe.
    Untuk melatih ciblek mau makan voer gampang saja kok. Beli voer khusus ciblek, prenjak dan burung kecil lainnya (butiran lembut berwarna putih kecoklatan) merk apa saja (di kios burung ada tersedia beberapa pilihan) nggak jadi soal. Yang penting, voer itu selalu tersedia di kios manapun sehingga kalau di kios langganan kita stok tidak ada, bisa cari di tempat lain.
    Letakkan di wadah pakan. Pada lapisan atas, campurkan voer dengan kroto. Paling lama tiga hari, kalau krotonya habis, ciblek sudah mau makan voer meski sudah tidak ada campuran krotonya.
    Cuma saja, meski dengan porsi sedikit, ciblek tetap perlu diberi kroto agar suka berkicau. Kalau tidak ada kroto, jangkrik juga bisa tetapi pilih yang kecil-kecil. Beri 4-5 ekor per hari. Buang dulu bagian kaki belakang jangkrik.
    Untuk ulat hongkong, jangan banyak2. Cukup 3-4 ekor per hari. Kalau sudah dikroto atau dijangkrik, tidak perlu di ulat hongkong.
    Oke Om?

  15. 15 Dandy
    03/12/2008 pukul 1:30 pm

    Slm kenal Om,Sya mau nanya nih Om.sya emank pemula bgt bru 2 bln terakhir ini mlihara burung.saya pya 2 kenari n 1 MB.ga apa2 ya MB di dktin sma kenari?n knp ya Om MB sya klo liat sya atw org lgsung terbang ksna kmari n MB-nya blm bunyi(msh muda) bunyi tp tek..tek gtu aja Om.Tlong ya Om solusinya?

  16. 16 DAndy
    03/12/2008 pukul 1:53 pm

    Nanya 1 lgi ya om.gmn cra merawat MB yg blm bunyi(muda)?thanks bgt Om.n maaf Om udh byk nanya.

  17. 03/12/2008 pukul 11:04 pm

    @ Om Dandy:
    Kenari dekat MB nggak apa-apa. Malah suara kenari bisa masuk sebagai isian / masteran MB. Yang penting, MB jangan didekatkan dipertemukan terus dengan burung petarung (fighter) lain seperti kacer hitam, poci, tledekan/sulingan.
    Sebab akan tarung melulu dan salah satunya atau kedua-duanya akan drop.

    Untuk MB yang masih giras, nggak apa-apa. Untuk menjinakkannya, coba ketik “menjinakkan” di boks pencarian. Nanti akan ketemu tips menjinakkan burung.

    Untuk perawatan MB muda, ya biasa saja. Beri pakan voer, jangkrik 4/4 pagi sore, tambah kroto sesendok makan. Mandikan pagi/sore, atau pagi saja atau sore saja, nggak apa-apa.
    Untuk MB muda, yang penting ditempel dengan burung isian lain seperti kenari, cucak jenggot, cililin dsb, kalau ada. Kalau tidak ada, bisa dimaster dengan sonic master atau alat pemasteran yang lain.
    Salam…

  18. 18 DAndy
    04/12/2008 pukul 9:26 am

    thanks bgt ya Om infonya.ntar klo ada yg sya mau tanyakn lg sm Om ga apa2 kn.he..hehe.makasih buanyak….. Om.

  19. 19 koko
    05/12/2008 pukul 10:35 pm

    salam kenal dr wong delanggu mas duto. saya yang pemula ttg dunia kicauan mo tanya mas, belum lama saya bawa murai dari kalimantan. 2 ekor, msh trotol. sekarang ke 2nya sudah ngriwik kadang2 jg bunyi keras. yang saya tanyakan apa bisa membedakan co/ce dari suaranya?.soalnya suaranya beda. selain dengan cara melihat warna pangkal lidah.trimakasih sebelumnya.

  20. 20 DAndy
    15/12/2008 pukul 10:14 am

    Om Duto
    knpa ya MB pya sya d pergelangan kaki/siku kakinya bengkak n bdarah?n ga bsa berdiri dgan swjarnya?gmn cara mengobatinya?tolong ya Om kbrx dtunggu scepatnya. makasih.

    Jawab:
    Beri Teramycin (antibiotik) atau bisa juga Trymecin B atau tetrachlor. Baca aturan pakainya dengan seksama.
    Duto

  21. 16/12/2008 pukul 4:30 pm

    ommw konsultasi lagi nih. saya punya KN bakalan kata yang jual sudah pernah ngurak 1x yang saya mau tanya.setelah ngurak berapa kali KN siap di lomba?trus gmana cara agar KN mak nyus dlam segi mental dan gacor nya?
    dan stu lagi tentang kepodang saya yang dulu om, sudah lama saya pelihara kok 1x sja blum pernah sy dgar teriakannya a, pdhal sdah mau makan buah n skrang sedangsaya latih makkan voor’, tlong solusinya gmana ya om?? sampek pusing saya, pa perlu di keek aja. heeeee.thanks sblmnya y om..

    Jawab:
    Bicara soal lomba, ya kalau kenari benar-benar sudah fit dan yakin punya volume dan lagu yang bagus. Kalau enggak, eman-eman duit daftarnya Om.
    KN habis ngurak pertama saja kalau memang volume dan lagunya sudah bagus, sudah bisa untuk lomba.
    Soal gacor, lagi-lagi ini masalah perawatan. Kenari itu asal pakan sudah bagus dan tidak kegemukan (diatur pakannya seperti sudah saya sampaikan di beberapa postingan di sini), mandi jemurnya cukup, maka dia akan mudah gacor.
    Kalau dari sisi mental, sering-sering saja disandingkan satu ruangan dengan kenari lain. Jangan sampai kenari hidup sendiri karena bisa saja dia gacor tetapi begitu bertemu lawan, malah diam.
    Oke?

    Nah soal kepodang? Walah wong pelihara baru berapa bulan saja kok sudah mengeluh lho, hehehehe. Sabar. Itulah seninya merawat burung. kalau nanti dia sudah datang masa birahi, maka dia akan teriak-teriak melulu. Percaya deh..
    Salam,
    Duto

  22. 16/12/2008 pukul 11:53 pm

    Jd msti sbar yah om…,bener om sya kan pemula n dlunya g pernah sama se x peliara burung,bener bgt kata om,mrawat burung memang seru..Thankz..Y om.

  23. 29/12/2008 pukul 10:20 am

    salam kenal maas duto,saya mau tanya gimana cara merawat bakalan hutan murai batu,menjinakkan n melatihnya makan voer?apa resiko jika bakalan hutan murai batu di mandikan?

    Jawab:
    MB tangkapan hutan nggak apa2 dimandikan.
    Untuk melatih MB makan voer mudah.
    Campur saja kroto dengan voer:
    1. Hari pertama sampai ketiga, campur voer (yang dilembutkan) sekitar 1 sendok makan, dengan kroto sesendok makan.
    2. Hari keempat s.d keenam kroto dikurangi cuma setengahnya. Voer tetap sesendok makan tetapi menghancurkannya tidak perlu lembut/ asal pecah2 saja. Campurkan kroto dan voer itu dan taruh di bagian atas wadah pakan yang sudah diberi voer kasar (tanpa dilembutkan).
    3. Hari ketujuh sampai kesepuluh, beri campuran seperti poin 2 tetapi krotonya sesendok teh saja.
    Hari berikutnya, MB sudah mau makan voer.
    Meskipun sudah doyan voer, nantinya tetap diberi kroto meski hanya sedikit, minimal tiga hari sekali.
    Selama masa “pelatihan makan voer” jangkrik tetap diberikan 2/2 (dua ekor pagi, dua ekor sore).
    Untuk cara menjinakkan burung, bisa klik di sini.
    Salam,
    Duto

  24. 24 Paunks
    05/01/2009 pukul 9:50 am

    Om gimana cara merawat kacer pada saat sebelum mabung dan saat mabung dan kira2 berapa lama proses untuk kacer mabung???. Trimmmsss……bwat infonya

    Jawab:

    Pertanyaan dan jawaban saya pindah menjadi tulisan tersendiri, dengan judul “Perawatan kacer mabung”.

    Salam,
    Duto Solo

  25. 25 Paunks
    06/01/2009 pukul 11:32 pm

    Om… Duto….. thanks bwat infonya yang kemaren.
    Saya mau tanya lagi neh Om….Duto :
    1. Kacer ngurak/mabung belum tuntas maksudnya bagaimana ?
    2. Cara mengatasi kacer yang ngurak/mabung belum tuntas ?
    3. Cara merawat kacer yang sudah melalui masa ngurak/mabung agar kondisinya fit kembali ?
    3. Cendet biar ga suka salto diapain soalnya bunyi selalu diimbangi dengan gaya saltonya?
    4. Klo boleh nambahin om.. info tentang seputar kacer tolong ditambah ya… biar seru….

    Thanks…..
    Salam Kenal Paunks

    Jawab:

    Pertanyaan dan jawaban saya pindah sebagai tulisan tersendiri dengan judul “Perawatan kacer mabung”.

    Salam,
    Duto Solo

  26. 26 Muharto
    22/01/2009 pukul 2:27 pm

    Salam Mas Duto,
    Mau curhat lagi nih,
    Begini Mas, CR saya dulu senang sekali makan jangkrik, tetapi sekarang bila saya beri jangkrik cuma dipatuk…kemudian dibuang. Tidak dimakan sama sekali.
    Yang ingin saya tanyakan, apa penyebabnya ?
    dan bagaimana mengembalikannya agar mau makan jangkrik lagi.
    Bila tidak mau jangkrik, apakah CR akan kekurangan gizi ? Apakah bisa sakit ?
    Trims sebelumnya.
    Wassalam.

    Jawab
    Apa pernah punya pengalaman nggak mengenakkan dengan jangkrik ya CR-nya? Kalau dulu suka (dan umumnya CR manapun suka), pasti CRnya trauma ke jangkrik. Bisa jadi dulu diberi jangkrik yang tidak dibuang kaki belakangnya ketika dia dalam kondisi lapar kemudian langsung memakannya dan mengganjal/melukai tenggorokan dsb.
    Coba untuk jangkriknya dibikin bersih dari kaki. Kalau perlu dibikin agak lapar dulu. Misalnya dari pagi sampai siang tidsak diberi voer atau buah, dan siang harinya baru diberi jangkrik yang sudah dibersihkan kakinya. Satu per satu Om jangan sekaligus “byuk”.
    Kalaupun enggak mau makan jangkrik, nggak akan kekurangan gizi juga, kan diberi voer… Kalau memang tidak mau makan jangkrik, bisa diberi alternatif lain, misalnya kroto atau belalang.

    Salam,
    Duto Solo

  27. 27 danto
    28/01/2009 pukul 11:45 am

    Mas.Akhirnya MB saya wafat jg.Padahal semlm pas plng kerja saya kasih makan jangkrik 5/5 dr tangan sy dia mau loh n kelihatan sehat2 aja.paginya sudah di dasar kandang.jadi selama saya punya MB sudah 3x yg wafat.Dan semuanya tidak lebih dari 3 minggu hidupnya.Saya bingung apa perawatannya yg salah apa ada faktor lain.Saya punya kacer 2 hidup n ga ada masalah sudah 5 bulan lg.
    Katanya perawatannya hampir sama n juga saya konsultasi sama mas n dijalanin jg loh.
    Sampe hopless sy mau merawat MB,tp jg penasaran bgt2.
    Tolong kasih tau cara mencari MB medan yg baik
    yg trotolan,mau pun yg setengah jadi? terutama yg pasti hidup dan bakal berkicau.
    Dan mencarinya dimana?mengingat saya tinggal di Jakarta Timur.
    Terima kasih,
    Danto

    Jawab:
    Maaf itu MB yang mana sih Om?
    Saya kok curiga MB2 yang Om beli (tiga kali mati) adalah hasil pancingan, jadi terjadi infeksi akut. Seandainya masih sempat tadinya, coba dibuka bagian leher. Kadang banyak MB hasil pancingan ketika mati masih bisa dilacak pancingnya di tenggorokan.
    MB yang kena pancing dan pancing nyantel di tenggorokan, kadang bisa bertahan sampai berbulan2 meski pada akhirnya juga mati.
    Wah kalau saya tetap menganjurkan Anda beli MB hasil tangkaran saja, entah dari tangkaran mana saja. Selain mudah perawatannya, juga mudah gacor. Nggak bikin stress juga nggak nambah2 kerusakan alam, hehehe.
    Di wilayah Jakarta, coba nanti saya tengok lagi nomer kontak yang pernah ada pada saya.

    Salam,.
    Duto Solo

  28. 28 yono
    28/01/2009 pukul 2:31 pm

    aku mau cari anakan anis bata yang pasti jantan bgmn ya

    Jawab
    Hayo, siapa yang punya? Om, omong2 nanti di blog ini akan saya pasang halalan iklan gratis…tissss… untuk penjual burung dan mereka yang akan beli (yang cari). Tunggu tanggal mainnya ya.
    Salam,
    Duto Solo

  29. 29 danto
    28/01/2009 pukul 9:46 pm

    Mas,padahal sy sudah cek semuanya loh.dari kepala sampai kq.ga ada yg mencurigakan.sampe2 konsultasi sm temen2 mereka bil sy ga pantes punya MB & klo pantes musti ngabisin uang 3jt dl br berhasil (apa iya)..Hihihihihi…..tapi memang belum jodohnya x y.
    Oh y mas td sy plng kntr liat burung AK,kondisinya sudah makan voer,masih bakalan n amat bakalan,masih nabrak n sayap sebelah kiri agak turun tp saya cek sih ga ada masalah,sy agak tertarik sih.dia patok harga 200rb.kira2 saya beli ga y?
    Tentang pentet n kacer,kok ga ada patokan untuk EF jangkrik y?kira2 berapa per harinya mas?
    mohon petunjuk dan sarannya.Thx bgt mas.
    Thx,
    danto

    Jawab:
    Om, saat lagi seneng-senengnya main burung, tetap ingat pesan saya yang saya tulis mengenai cegah hobi burung jadi malapetaka di sini . Jangan keburu nafsu dikit-dikit kepingin. Nanti malah tambah stress.
    Soal MB yang mati kena pancing, nggak ada tanda2 fisik dari luar yang mencurigakan. Ya itu sekadar kemungkinan, yang tidak bisa dipastikan kecuali setelah MB mati lalu “diotopsi”.
    Soal bakat nggak bakat untuk pelihara burung jenis tertentu, itu kan hanya sugesti yang nggak pas.
    Nah kalau soal AK, ya kembali lagi, jangan tergesa-gesa. Murah sih murah tetapi dg kondisi seperti itu, malah bikin susah. Pelihara saja burung yang sudah jadi. Berapa sih paling selisih harga? 200-300 ribu tetapi hati seneng. Ketimbang ngirit dikiit tetapi selalu stres, kan repot.
    Untuk settingan jangkrik, kacer bisa 5/3 pagi sore (tanpa kroto; kacer nggak usah dikroto). Untuk pentet, bisa juga ukuran yang sama (bisa diberi kroto sedikit-sedikit, sekitar 1 sendok teh pada siang hari; kalau nggak dikroto, juga tdk apa-apa).
    Oke?
    Salam,
    Duto Solo

  30. 30 arjuna_dp
    30/01/2009 pukul 2:04 pm

    halo mas duto, saya mau tanya apa penilaian di latber dengan di lomba lain ? atau ada faktor lainnya seperti permainan. soalnya jika di taruh dilatber allhamdulillah sering masuk 3 besar tp jika dilomba paling bagus masuk 10 besar. thank’s.

    Jawab:
    Tata cara penilaian sama. Bedanya, kalau di lomba kan peserta secara umum memang burung2 yang suidah sangat diandalkan pemiliknya. Terlepas dari persoalan permainan (yang di manapun pasti ada celahnya), masuk 10 besar di sebuah lomba juga sudah bagus loh.

  31. 31 dwie
    05/02/2009 pukul 9:48 am

    AM-ku kok cuman ngeriwik saja ya, Boss…?
    Padahal EF jangkrik 2 pagi & 2 sore..sudah saya kasih pisang.
    Sudah rampung ngurak 1 1/2 bulan kemarin dan Bulu sudah rapat.
    Mandi sore setiap hari…
    Mohon jawabannya.. trims

    Jawab:
    Di rumah ada burung apa saja? Dulu pernah bunyi atau memang burung masih muda? Psernah dipertemukan dengan AM lain atau belum?
    Mohon dijelaskan hal2 seperti sehingga kita lebih mudah mendiskusikannya.

    Juga, mohon dilihat tulisan-tulisan di kategori Anis Merah, karenan hal-hal seperti itu sudah saya bahas di sana.
    Salam,
    Duto Solo

  32. 32 handy
    09/02/2009 pukul 11:37 pm

    Pak kenapa kacer ga usa di kroto?saya punya trotolan kacer usia 2bln,kata Dokter nih”kroto,jangkrik,ulat jangan dibatasi”maksudnya biar nutrisinya sempurna dan cepat gacor cor.nah,,bener ga sih Pak saran ini menurut Bapak sendiri.porsi yang bagus dari ulat hongkong berapa banyak untuk kacer saya?matur nuhun Bapak.sukses.

    Jawab:

    Berdasar pengalaman, performa kacer tidak meningkat meski dikasih kroto. Kalau dengan jangkrik, terlihat sekali efeknya.
    Namanya juga dokter, pastilah “4 sehat 5 sempurna” hehehehe…


Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: