23
Nov
08

Murai Batu (1): Umum

Murai batu (Copsychus malabaricus) merupakan burung kicau paling populer. Termasuk ke dalam family Turdidae. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa.
Jenis yang dianggap terbaik adalah Murai Batu Medan. Hanya saja tindakan eksploitasi hutan berlebihan dan perburuan untuk kepentingan komersial membuat jenis ini sulit ditemui di pasaran.

Ciri morfologis
Memiliki tubuh hampir seluruhnya hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Terdapat sedikit semburat biru di bagian kepala. Ekor panjang ditegakkan dalam keadaan terkejut atau berkicau.

Murai Batu dari Tanjung Redep, Kalimantan Timur menpunyai keunikan di bagian kepalanya yang bergaris putih memanjang ke belakang. Murai Kalimantan memiliki ekor lebih pendek dengan panjang sekitar 8-12 cm, sementara Murai Batu Sumatra 15-20 cm . Ciri khas lainnya adalah Murai Batu Kalimantan apabila berhadapan dengan jenisnya akan mengelembungkan bulu-bulu disekitar dadanya sambil berkicau.
Badan berukuran 14-17 cm.

Pakan
Makanan umum adalah serangga kecil. Hobiis biasanya memberikan kombinasi pelet, kroto, jangkrik, ulat hongkong dan telur lebah. Murai Batu juga memakan poer/voer, yang biasanya tersedia di pasaran adalah merk Phoenix (www.kenarijaya.com), Fancy, Gold Coin, Chirpy, TopSong, dan lain-lain.

Seksing
Jantan dibedakan dengan betina dari kicauan yang lebih aktif dan ekor lebih panjang. Jantan tidak bisa menoleransi adanya jantan lain di sekitar wilayahnya. Sementara betina sulit menerima jantan yang tidak dikenal. Biasanya penangkaran dilakukan dengan mengawinkan pasangan dari satu induk (incest).
Namun saat ini banyak pengemar burung berkicau di daerah Jawa sudah mulai berhasil menangkar Murai Batu silangan antara jenis Sumatra (Medan) dengan jenis kalimantan (Borneo). Sumber: wikipedia

Memilih bakalan

Dari segi fisik :
bentuk kepala ceper
tubuh panjang setara
ekor tidak panjang
paruhnya sedang.
Kretekan keras dan padat.
(Moelsip)

1. Pilih patuk yang agak lurus
2. leher besar panjang
3. garis hitam didada agak keatas cari yang rata dengan sayap
4. ekor melengkung mulai pangkal
(joko sutikno)
(Postingan: Tim Editorial Kicaumania.org di kicaumania.org)

About these ads

14 Responses to “Murai Batu (1): Umum”


  1. 28/12/2008 pukul 2:01 am

    om mau tanya, saya beli MB di pasar burung kata penjualnya sich lampung, girasnya minta ampun jg. yang saya mau tanyakan gimana caranya mengajari MB makan voer? trus berapa takaran untuk EF mya, misal jangkrik n kroto?apakah cara jinakin MB sama seperti yang di tulis om terdahulu?bagaimana agar MB saya lekas gacor??
    yang terakhir om, tentang kepodang saya gimana caranya agar cepat birahi dan gacor jg??
    terima kasih sebelumnya.

    Jawab:
    Maaf kelewatan njawab.
    Untuk mengajari MB makan voer, lihat jawaban saya atas pertanyaan Mas Bedjo di postingan Kunci Utama Perawatan Burung..
    Untuk EF, jangkrik bisa 2/2 (pagi sore) kalau masih ditambah kroto sekitar 1 sendok makan sehari. Kalau pas tidak diberi kroto, jangkrik 3/4.
    Untuk menjinakkan MB, sama dengan cara untuk menjinakkan burung lain.
    Untuk membuat MB cepat gacor tidak ada trik khusus. Coba baca2 lagi tanyan jawab di Tempat Curhat Problem Burung atau di kategori MB.
    Untuk kepodang agar cepat birahi dan gacor, perbanyak/tambah EFnya. Kalau jangkrik biasa 3/3, bisa ditambah menjadi 5/5 atau kalau masih mau (tidak dibuang2 jangkriknya) bisa ditambah lagi.
    Salam,
    Duto

  2. 2 Galih
    26/01/2009 pukul 2:42 pm

    siang om.. salam kenal dari saya…
    Om saya mau tanya nich..
    saya punya MB katanya sih lampung. ciri2nya badannya agak besar dengan ekor yang ukuran sedang-besar-besar, kalo di liat sudah memenuhi kriteria burung yang baik dari segi kepala,leher,badan dan leher, umurnya masih muda karena menurut yang punya dulu baru mabung 1x dari waktu trotol. di liat dari kaki jg masih muda banget. sekarang dah bunyi + type ngerol jg cuma ga rajin banget.. isian jg lmayan banyak kaya gereja tarung, lovebird, ciblek dll.. cuma saya dapat masalah dari bulu ekornya, kata pemilik lama bulu ekor belum mabung alias masih bawaan trotol ± 15 cm cuma bulunya pecah2 seperti sisir..

    1. hal tersebut penyebabnya apa ya? Virus/kutu/nabrak kandang/bawaan?
    2. bagaimana tips agar burung cepat mabung?
    karena dari EF-nya saya beri banyak ulat hongkong pun belum juga mabung.
    3. ada kemungkinan ekor nambah panjang nggak? ukuran MB lampung panjang ekor berapa?
    4. bagaimana cara nglatih mental fighter yang bagus? karena kemarin saya coba tempel dengan MB tetangga hanya nunggu serangan sedangkan lawan jg sama2 nunggu..
    5. bagaimana caranya agar bunyinya rajin sekali?
    untuk EF-nya saya beri jangkrik 6/6, ulat hongkong 3/3 ukuran besar..
    Thanks sebelumnya
    Galih

    Jawab:
    1. Bulu ekor yang rusak, ada beberapa penyebabnya:
    a. Karakter MB yang memang “ngruji ekor”. Ada burung yang memang punya tipe “ekor duluan kalau nabrak jeruji sangkar” (disebut “ngruji ekor”). Coba perhatikan bagaimana MB Om ketika nabrak jeruji. Kalau dia menahan badan bawah di jeruji menggunakan ekor dan sebagian besar ekor otomatis keluar dari sangkar, berarti burung Om memang bertipe “ngruji ekor”. Burung seperti ini, dalam kondisi bulu barupun, ekornya terlihat rusak. Lama-lama, daun ekor pecah dan ekor secera keseluruhan menyerupai sisir dua muka. Ini karakter dan tidak bisa diubah. Karenanya, ya diterima saja apa adanya, hehehehe.
    b. Kena kutu/pernah kena kutu. Kutu menyebabkan bulu burung rusak. Perlu dicek, apakah di bulu-bulu tertentu (pangkal bulu ekor, leher, sayap) ada warna putih2 seperti tepung di bagian yang dekat dengan batang bulu. Kalau iya, berarti ada kutunya dan perlu ditangani dengan penyemprotan air daun sirih. Rebus daun sirih dan airnya (jangan terlalu kental) digunakan untuk menyemprot bulu MB selama tiga hari. Setiap setalah semprot, jangan langsung dibilas dengan air, tetapi tunggu sampai sekitar 30 menit.
    c. Sering langsung dijemur begitu habis mandi/kena air. Penjemuran ketika kondisi bulu basah, menyebabkan bulu terlihat / mudah rusak. Sebab, ketika bulu belum sempat ditatan rapi oleh burung, sudah kering duluan. Ini ibarat Om baru saja mandi dengan rambut basah dan cuma dihanduki langsung di-hairdryer. Dijamin rambut Om kelihatan mawut sekali.
    2. Mabung tidak bisa dipaksakan. Kita hanya bisa mempercepat/menyempurnakan proses mabung ketika proses sudah terlihat dimulai (jatuhnya bulu2 kecil). Cara untuk treatmen mabung sudah ada di situs ini dan bisa Om cari.
    3. Mengenai ekor MB, Om bisa baca-baca lagi situs ini untuk kategori “Murai Batu”. Sudah relatif bisa dijadikan referensi.
    4. Cara nglatih mental yang sering dipertemukan dengan MB lain tetapi tidak perlu lama-lama. Sebab, mempertemukan dengan MB lain sekadar untuk memancing dia bunyi. Setelah dia bunyi, pisahkan sehingga tidak sama2 melihat. Masing-masing akan bunyi tanpa ada rasa terintimidasi dan “merasa sama-sama menang”. Hal itu akan meningkatkan mental tanding.
    5. Burung mau rajin bunyi kalau kondisinya fit (fisik dan mental/tidak takut orang lagi). Meski demikian, ada burung yang memang hanya mau bunyi pada waktu2 tertentu. Ini karena kebiasaan sejak lahir. Karena itu saya sarankan kalau memelihara burung, khususnya MB, adalah burung hasil tangkaran. Burung hasil tangkaran relatif sudah rajin bunyi sejak trotol dan tidak pernah ada masa berhenti bunyi. Dengan syarat, sejak awal sudah terbiasa dengan lingkungan ramai.
    – Coba kalau ada beri kroto. Kalau tidak ada, jangkrik bisa diteruskan. Ulat hongkong tidak perlu. Kalau memang mau diberi UH, beri dulu ulat UH itu dengan pakan daun kates/pepaya (warna UHnya jadi gelap) atau wortel m(warna UHnya jadi terang/cerah seperti warna wortel).
    Okey ya Om? Kalau nggak puas, bisa tanya lagi.
    Salam,
    Duto Solo

  3. 3 Galih
    27/01/2009 pukul 5:10 pm

    terima kasih atas petunjuk dia atas… nanti saya langsung praktekan petunjuk om.. terus begini om,..

    1. seandainya jika MB saya memang ngeruji ekor, bisa ga kira2 jika suatu waktu saya bawa kontes..karena saya punya keinginan burung yang saya pelihara harus bisa di bawa kontes minimal saya mengetahui dan menilai sendiri hasil rawatan saya baru setelahnya terserah kedepannya… menurut Om Duto gimana?

    2. Jika memang ada kutu, daun sirih kan pedih di mata.. jika terkena mata burung tersebut tidak apa2 om? tidak mempengaruhi yang lain kan?

    semua saran akan saya lakukan nanti jika ada yang bingung saya tanyakan lagi..

    Maturnuwun om..

    Jawab:
    1. Ngruji ekor tidak memperngaruhi kinerja secara umum. Tidak ngruji ekorpun, kalau dia terlalu liar dan ganas dalam bertarung, akan nabrak2 sangkar dan akhinrya nggak dapat nilai maksimal.. Ekor juga bisa rusak.
    2. Tidak, memang lebih baik kalau sambil dipegangi. Coba baca selengkapnya di sini ya.

    Salam,
    Duto Solo

  4. 4 Galih
    28/01/2009 pukul 2:01 pm

    siang om…

    om duto..aku mau tanya lagi nich… yang ini masalah tangkringan burung …khususnya tangkringan untuk MB. aku sering liat di beberapa kandang milik teman-teman penghoby MB itu macem2 karena kandang yang besar antara lain:
    1. tankringan di buat tingkat dua sejajar seperti anak tangga.
    2. tangkringan di buat tingkat dua tetapi bersilangan.
    3. tangringan hanya 1 saja di tengah.
    memang terkadang itu hanya kesukaan si yang empunya burung tersebut. tetapi saya ingin tau nilai atau pengaruh dari tangkringan tersebut. itu gimana ya om?..
    untuk Burung MB ku tersebut yang punya masalah bulu ekor seperti sisir sebaiknya pilih yang mana ya om?…mungkin dapat mengurangi penyebab bulu berbentuk sisir atau ngruji ekor yang disebabkan karna sangkar tersebut…
    maturnuwun atas jawabannya…
    Galih

    Jawab:
    Nanti segera saya upload tulisan tentang serba-serbi tangkringan burung ya… Nggak mendesak kan? Sabar, biar lebih kuuumpliittt ya…
    Salam,
    Duto Solo

  5. 5 Galih
    28/01/2009 pukul 2:27 pm

    OK om.. tapi jangan lebih dari 24 jam ya..hehehehe
    kan biar cepat teratasi masalah yang di alamai burung MB saya… tetapi bisa berguna untuk burung2 kicauan lain… maturnuwun om…

  6. 6 galih
    31/01/2009 pukul 8:39 am

    Met pagi om…
    wah kayaknya sibuk banget ya? om duto, bagai mana tentang serba-serbi tangkringan burung nich? kayaknya lama nich…. tapi kalau memang lagi sibuk ya gak apa-apa sich.. cuma saya sangat mengharapkan ilmu tentang serba-serbi tangkringan burung tersebut om… terima kasih om…

    Jawab:
    Hehehe iya… nggak sibuk amat sih sebenarnya… cuma belum sempat. Insya Allah segera saya luncurkan… (padahal ya cuma “sak ndulit” hehe, tetapi karena belum sempat saja sih).

  7. 7 galih
    01/02/2009 pukul 12:10 pm

    siap om.. di tunggu peluncurane nek saget ngangge acara potong pita njeh…hehehe..

  8. 8 Galih
    04/02/2009 pukul 1:21 pm

    Siang om…
    MB ku yang bulu ekornya pecah2 dah mulai mabung ekornya… sampai hari ini sudah 4 helai yang mulai ambroll dan tinggal beberapa helai bulu lagi yang belum lepas… cuma untuk bunyi nya agak turun nich… Mungkin ada saran untuk burung MB ku ini om… untuk makanan aku masih normal seperti biasanya karena mengingat musim hujan jadi untuk kroto agak kurang karena jarang di pasaran…
    aku minta sarannya apa saja yang harus saya lakukan om untuk burung saya agar bisa lebih baik dari sisi segalanya ( pemasteran dan perawatan ) agar cepat selesai mabungnya dan nggak nyulam dan menghasilkan bulu yang bagus…

    Jawab:
    Coba terapkan terapi mabung ekstrem seperti yang diterapkan pada AK, sebagaimana bisa diklik di sini.
    Okey.

    Salam,
    Duto Solo

  9. 9 Galih
    04/02/2009 pukul 1:30 pm

    Oya om ada yang lupa..
    saat ini saya ingin mencari cucak jenggot untuk memaster burung MB saya tersebut…
    Mohon masukan untuk memilih CJ yang bagus unutk memaster..?
    ada masukan dari teman sebaiknya memilih CJ yang betina saja karena bagus untuk besetan..(Sreeeet…sreeeet…) ada yang bilang juga mending cari yang jantan aja.. ini mana yang bagus om?… saya bingung…
    saat pemasteran yang baik itu saat mabung kan om?… jadi mohon masukannya juga….
    maturnuwun sebelumnya..

    Jawab:
    Secara umum, memang CJ betina lebih cerewet. Tertapi banyak juga kok CJ jantan yang juga cerewet. Untuk masteran, yang penting memang gacor. Jangan pernah beli burung masteran tetapi bakalan. Nambah stress dan nggak ada gunanya. Mending kalau untuik masteran pakai kaset/cd atau sonicmaster saja.
    Pemasteran memang lebih efektif ketika mabung. tetapi enggak pun juga nggak apa-apa.

    Salam,
    Duto Solo

  10. 10 Galih
    04/02/2009 pukul 3:18 pm

    om,
    untuk terapi mabung ekstrem nya akan saya coba lakukan tetapi saya ingin mengetahui untuk terapi mabung ekstrem dampak negatif nya ada pa ga?… resiko / pengaruh negatif yang akan terjadi apa saja bila ada?..biar ga kaget bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan….hehehe
    Maturnuwun…

    Galih

    jawab
    Sejauh ini tidak ada efek negatifnya.
    Oke?

  11. 11 Galih
    04/02/2009 pukul 4:32 pm

    Oke Om.. Maturnuwun atas segala saran dan masukannya…akan langsung saya terapkan..

  12. 12 Galih
    07/02/2009 pukul 12:58 pm

    siang om…
    gimana kabarnya sehat kan?
    tentang serba-serbi tangkringan burung gimana om…? masih sibuk ya?..

    oya om.. saya kan tinggal di karawang, untuk pur ayam 521 itu gak ada tetapi ada pur ayam yang gak kalah bagus yaitu BR-22 itu bagaimana om? di ganti itu pun gak apa-apa kan? sementara ini pemberian untuk pur tersebut saya masih campur dengan yang lama itu juga sebaiknya gimana?
    thanks sebelumnya..

    Jawab:
    Soal tangkringan? wah iya ya, malah lupa padahal sudah saya gambar… coba nanti ya…
    Untuk voer, jangan BR sebab BR terlalu banyak proteinnya. Nanti MBnya jadi gendut dan nggak bagus pastinya.

  13. 13 Galih
    09/02/2009 pukul 1:11 pm

    Siang om…
    Untuk pengganti Voer 521 yang cocok apa ya? Voer di daerah saya ada 3.. untuk ayam baru netas, untuk ayam dia atas 1 Bulan ( BR-22 ) dan untuk ayam dewasa…

    Kemarin saya dapat CJ untuk master MB saya. pada saat di Kios tersebut burung Jinak dan gacor ya cukup buat masteran.. tetapi saat di rumah belum terdengar bunyinya itu gimana ya om memang baru satu malam sih di rumah…?
    apa burung tersebut stress? di rumah juga ga ada burung fighter lainnya hanya ada MB dan Crucukan.. untuk mengembalikan kondisi tersebut gimana ya om?
    makanan saat ini tidak ada yang kurang.. pisang dan jangkrik setiap pagi dan sore…
    Thanks
    galih

    Jawab:
    Voer untuk ayam dewasa.
    Cj stress tuh, nanti bunyi lagi, santai saja. Rawat biasa dan tunggu waktu..paling 2-3 hari kalau tadinya gacor akan gacor lagi.

  14. 14 Galih
    09/02/2009 pukul 5:43 pm

    Ok om saya bakal sabar tunggu sampai 2-3 hari
    memang CJ gampang Stress ya om?
    Untuk MBnya nanti langsung di beri Voer yang di peruntukan ayam dewasa.. tapi om bukannya protein bagus untuk pembentukan bulu baru ?..O ya pada saat mabung jika di beri minyak ikan bagus kan om ? biar bulunya mengkilap dan lebih halus…

    Jawab:
    Proteinnya juga banyak lho itu.
    Beri minyak ikan juga bagus..


Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: