31
Des
08

Murai Batu (5): Karakter suara dan pemasterannya

Jenis dan karakter kicauan murai batu (MB) bermacam-macam. Menurut Om Herry Aceh di forum MB www.kicaumania.org, karakter tersebut antara lain:
1. MB yang dominan ngerol.
2. MB yang dominan nembak
3. MB yang mengkombinasikan antara ngerol dan nembak

Om Herry selanjutnya mengatakan, jika kita dapat menilai karakter atau tipikal dari kicauan MB yang kita miliki, maka akan mudah bagi kita dalam memaster MB tersebut. Ada sedikit korelasi antara jenis dan tingkat ketebalan paruh dengan karakter kicauan dari MB, tapi perlu diingat, ini baru sebatas hipotesis. MB dengan paruh pendek dan tipis lebih berkarakter ngeroll, sedangkan MB dengan paruh panjang lebih berkarakter nembak.
“Jika kita sudah dapat memahami karakter kicauan MB kita, maka untuk memaster MB tersebut dibutuhkan penyesuaian jenis suara master agar MB dapat memaster suara masterannya dengan baik,” katanya.

Intinya, demikian Herry, MB akan lebih mudah dimaster jika kita dapat menyesuaikan jenis suara master dengan karakter kicauannya. Contoh kecil, jika kita memiliki MB dengan karakter ngerol, maka burung atau suara kenari yang juga berkarakter ngerol akan mudah dimaster ke MB. Demikian juga sebaliknya, jika MBnya berkarakter nembak, maka suara kenari akan sulit dimaster ke MB tersebut.
Makanya jangan heran jika MB kita sudah lama ditempel dengan kenari, tapi suara kenarinya tidak masuk ke MB, malah suara lain yang lebih cepat masuk ke MB tersebut.

Memaster untuk tujuan lomba

Berkaitan dengan persoalan memaster MB ini, saya menyampaikan tips untuk “penggila lomba”. Begini:

Kalau Anda sudah mengenali karakter suara MB Anda, maka jangan pernah diisi dengan beragam isian ketika waktunya memaster. “CUKUP DIISI DENGAN SATU ISIAN” saja. Katakanlah MB Anda sesuai diisi dengan suara CJ, maka isi saja dengan itu. Hilangkan semua suara lain yang merangsang MB untuk menirukannya. Tujuannya jelas, agar si MB mahir menyuarakan suara CJ tapi relatif “bego” mendendangkan suara lain.

Artinya, benar2 hanya suara CJ yang selalu ditembakkan MB Anda ketika digantang di lapangan. Dengan tanpa memiliki “referensi” lain, maka ketika MB Anda ngotot menyemprot lawan kesana kemari di lapangan, benar2 sangat monoton menyuarakan CJ. Tetapi itu luar biasa, akan terdengar sangat-sangat dominan.
Begitu juri melakukan kontrol (putar) pertama, dia akan ditarik perhatiannya pada suara MB Anda. Demikian pula halnya ketika kontrol kedua dan ketiga. Maka yakinlah bahwa MB Anda bakal mendapat nilai mentok dari semua juri (juri dalam kondisi “normal”).
MB seperti ini, kalahnya hanya oleh MB yang selalu nembak keras dengan suara variatif. Tetapi MB bersuara variatif yang bisa dikeluarkan semua di lapangan, adalah seribu:satu.
Tips ini saya sampaikan berdasar catatan saya atas penampilan MB orang Magelang (Borobudur namanya kalau saya tidak salah ingat; milik “Gank” New Armada) satu-dua tahun lalu. Dia menyabet favorit B karena dari awal sampai akhir selalu menembakkan suara LB (padahal bukan crecetannya, tetapi sekadar suara “cing-cing-cing”-nya). Tetapi pada akhirnya memang sangat2 terdengar mendominasi.
Sebagai catatan: tips ini hanya berlaku untuk “parameter” yang digunakan juri saat ini. Sebab, bagi Anda yang sudah lama berkecipung di per-MB-an, pasti masih ingat bahwa MB yang bagus di zaman lampau adalah yang bisa mengeluarkan suara air mancur yang terus-menerus berkepanjangan. Untuk masa yang akan datang, wallahualam.
Catatan tambahan: Bagi Anda yang memelihara MB untuk rumahan, jangan sekali-kali menggunakan tips ini. Sebab kalau suara monoton cililin yang ingin Anda isikan ke MB Anda, maka sebaiknya memelihara cililin saja, nggak perlu repot2 memasternya, hehehe.
Semoga bermanfaat,
Salam,
Duto

About these ads

15 Responses to “Murai Batu (5): Karakter suara dan pemasterannya”


  1. 02/01/2009 pukul 11:42 am

    kemaren sy ke solo mas duto,di tnyain sblh mana ga bls2,sy penasaran dengan njenengan,mestine njenengan masternya punggawa2 pelatih burung jawara,
    saya mau nerusin sms yang kemarin,MB saya itu dulu suaranya jalak uren,kadang2 keluar cililin,gebres(gak terlalu panjang),ngriwiknya,gereja(gak terlalu panjang),lovebird(gak terlalu panjang),dll,kesimpulan saya.saya salah dalam memaster,baiknya MB saya di mater apa ya,buat senjata andalan,
    trimakaih om duto
    salam

    Jawab:
    Lha saya jawab Ngabeyan gitu lho. Kalau memang sudah nyampai Solo yang kebangeten siapa? Hehehe… kok ya nggak telepon.
    Karena masteran standar sudah masuk, sekarang dimaster suara tunggal saja, misalnya suara burung gereka tarung. Pakai sonic master saja, bisa.
    Oke?
    Duto

  2. 2 adi
    06/01/2009 pukul 3:48 pm

    mau ikutan bertanya ya mas,

    MB saya saat ini belum punya andalan, bahkan berkicaupun masih jarang, artinya masih bakalan yg masih sangat bakalan.
    jika saya ingin mengisi dengan sonic master, apakah jika saya isi dengan 1 jenis andalan saja sudah cukup ? dalam artian apakah MB tersebut nantinya akan secara alamiah mengeluarkan variasi seendiri ?

    terima kasih atas jawabannya.

    Jawab:

    Coba perhatikan lagi postingan saya mengenai cara memaster MB dan masalah permasteran pada umumnya. Coba “diklik” kategori “pemasteran” di kotak kategori.
    Di sana sudah ada jawaban mengenai hal yang Anda tanyakan.
    Hal pertama yang perlu diingat dalam memaster hanyalah masalah kesesuaian karakter suara burung yang akan kita master dengan lagu/isian yang akan kita isikan.
    Coba dibaca ulang ya Om.
    Salam,
    Duto Solo

  3. 07/01/2009 pukul 8:26 pm

    saya juga mau tanya lagi mas duto
    MB saya yang satunya kan baru dua kali ta trek, jadi kalau bagi saya belum ketemu suara tembakannya, cuman saya suka dengan suara besetannya, baiknya di isi apa buat master.
    trims sekali om duto

    Jawab:

    Pakai sonic master saja, nanti bisa dipilih-pilih suara cililin atau gereja kawinnya.
    Okey?
    Salam,
    Duto Solo

  4. 13/01/2009 pukul 10:26 pm

    malam om
    ceritanya saya kemarin liat murai pnya tmen saya,pas di trek bukaannya cililin,lumayan panjang juga,volumenya juga lumayan,jadi kepincut,ini murai menurut om duto,prospek apa ga ya,emang si pas di tarungin ekornya kurang main,
    gimana om
    salam/
    oya MB yang di rumah dah mulai nyambar2,dijamin suara tembus,trim om

    Jawab
    Wah lha untuk menilai apa itu prospektif atau tidak, ya tidak tidak bisa hanya dilihat secara sekilas. Isian kan sebenarnya bisa dibentuk.
    Untuk memilih MB, hal pertama yang dikejar adalah volume dulu. Kalau volume sudah kena, yang lainnya bisa “dibentuk”. Begitu kira-kira patokannya.
    Oke Mas?
    Salam,
    Duto

  5. 16/01/2009 pukul 11:15 pm

    mlm om
    MB yang kmren g jadi sy ambil, mendingan nglatih yang dah ada biar lebih puas,tapi ada satu ganjalan lagi ni om, sy baca di tulisan om duto, yang persiapan lomba, MB di taruh di bawah seng sampai jam 11, selama 7 hari apa ya itu si cuma kalau mau latber apa buat harian, trus kalau misal cuma mau latber, apa MB gak kecapaian pas latber,
    tolong dong saya di kasih tau persiapannya om duto selengkapnya kalau mau latber tentang jemur, gantang (di tempel terus sama master apa ga), mandi,kerodong, EF, trims ya om, tanyanya kebanyakan

    Jawab
    Maksudnya menjemur di bawah seng ya dilihat-lihat sikonnya secara umum. Kalau terlalu panas, ya burung harus diangkat. Hal itu saya sampaikan karena banyak pelomba yang menjemur langsung diterik matahari dari pagi sampai siang hari. Kasihan burungnya, terutama bulunya bakal rusak.
    Jadi perlu diperhatikan bahwa ketika dijemur bawah seng sampai jam 11an itu harus dilihat apakah MB terlihat tersiksa karena kepanasan. Kalau iya, jangan diteruskan.
    Persiapan dan perawatan secara umum sama dengan tidak menghadapi lomba. Hanya saja, dua hari sebelum hari H, burung terus dikerodong setelah dijemur sebentar. Tujuannya adalah agar burung mengurangi kegacoran agar bisa tampil maksimal di arena.
    Soal tempel masteran terus atau tidak, maka kalau kita sudah berani menurunkannya ke lomba berarti isiannya sudah bagus dan tidak perlu lagi ditempel ketat oleh masterannya.
    Untuk persiapan lomba, baca secara cermat lagi tips saya untuk menghadapi lomba. Kalau sekadar latber nggak masalah kita coba-coba burung. Kalau untuk lomba, ya kita harus tahu tentang 5W1H-nya lomba. Apa itu? Di sini kan sudah saya tulis.
    Salam,
    Duto Solo

  6. 6 louis
    19/01/2009 pukul 7:26 pm

    salam kenal om duto,
    kalo mb sudah gacor, isian full apakah jika masternya ditempel terus jadi masalah. karena rumah tidak terlalu besar dan ada ci yang selalu aku tempel dengan masternya dan MB di rumah cuma bunyi jika ada lawan aja om, ada caranya ga om supaya dirumah mau bunyi. thx be4.

    Jawab:
    Untuk MB yang full isian nggak perlu ditempel terus. Untuk CI perlu ditempel tetapi tidak perlu dekat2. CI mudah merekam suara isian tetapi mudah pula “lupa” berganti suara terakhir yang dia rekam.
    Untuk menggacorkan MB, beri EF yang cukup, seperti kroto dan jangkrik.

    Salam,
    Duto Solo

  7. 7 louis
    19/01/2009 pukul 10:51 pm

    terima kasih om duto, ef saat ini jangkrik 5/5; kroto 2 sendok teh tiap pagi dan sy ada mb sdg dorong buntut +/- 12 cm tp susunannya berantakan putih dibawa ada 6 helai, diatasnya hitam 2 helai dan ada putih lg 2 helai diatasnya dan yg terakhir hitam 2 helai dan agak bergelombang bulunya, saat ini efnya kroto 2 sdm, jangkrik 5, uh 5, cacing 4 dlm seminggu, mbnya tdk maka poor. sy beli mb ini bahan buntutnya cuma 5cm dan selama 2bln tdk tumbuh2, jd sy cabut 1,5 bln yg lalu. mohon sarannya, thx

    Jawab:
    Jadi, di rumah Om ada MB dua ekor? MB yang pertama tidak gacor begitu? Sementara yang satunya sedang dorong ekor? Maaf kalau saya salah memahami penjelasan Om.
    MB pertama, sebenarnya pakan relatif cukup. Lantas bagaimana pola mandi dan jemurnya; apakah sudah teratur? Apakah burungnya sehat? Lincah? Kalau tidak ada masalah dengan kesehatan, maka perlu ditambah krotonya. Sebab, kalau MB tanpa voer, kroto dua sendok teh dan jangkrik 5/5 pagi-sore, bisa jadi memang kurang. Untuk tahu dia kurang kroto atau tidak, cek saja apakah pada sore hari kroto sudah ludes tandas. Kalau tidak ada sisa, berarti porsi kroto bisa ditambah atau porsi jangkrik di pagi hari bisa ditambah sampai 8-10 .
    Coba cek dulu kondisi yang saya tanyakan itu Pak. Tetapi sebenarnya masih ada yang ngganjal di benak saya; yakni, bagaimana Om menempatkan dua MB itu di rumah. Apakah berdekatan atau hanya disekat/beda tembok dsb..
    Soalnya, bisa jadi MB yang pertama takut terhadap MB kedua meski MB kedua belum gacor juga. Coba deskripsi secara keseluruhan bisa disampaikan di sini.

    Untuk MB yang rusak ekor, maka kalau ekor sampai tidak lagi mau panjang, berarti pangkal bulu sudah mengeras. Hal ini bisa disebabkan oleh penjemuran ketika bulu ekor masih kecil. Dengan demikian, dia akan tumbuh normal setelah melewati masa mabung.
    Untuk masalah ekor yang sulit tumbuh, selanjutnya bisa di lihat di sini.

    Salam,
    Duto Solo

  8. 8 louis
    20/01/2009 pukul 7:22 pm

    iya om di rmh ada mb 2, mb 1 :kalo mandi saya masukin keramba, kalo tdk mau mandi tdk saya paksa jadinya beberapa hr skali baru mandi, kalo jemur rutin 7 – 10 jika ada matahari,kroto biasanya suka ada sisa kalo sore, burung sehat dan lincah, jika ada mb tetangga yg dikeluarian baru dia ngotot bunyinya walaupun jaraknya mb tsb +/- 30m. tp kalo ga ngeliat musuh ga mau bunyi. MB 2 : karena sedang mabung mandi 1 mg sekali, mabung sdh 3 mg tdk pernah saya jemur, sy baca beberapa tread di KM kalo brg mabung jgn dijemur dan dimandiin tp beberapa tmen bilang tetap dimandiin dan dijemur 1x seminggu, yang benar yg mana ya om sy jd bingung. mb saat ini di lantai 1 dan lantai 3, td siang sy beli tledekan kalo ngeliat mb katanya ga boleh ya om, sy pikir mau sy biasain ngeliat biar mentalnya ada, kira2 boleh ga om duto Thx

    Jawab:
    Soal menangani burung mabung, saya cenderung pakai cara ekstrem Om agar mabungnya sempurna. Sebab, mabung yang tidak sempurna menjadikan burung terus-terusan bermasalah. Bagaimana penanganan mabung ekstrem? Untuk kasus kacer, pernah saya tulis. Tetapi penanganan hampir sama untuk kacer ataupun MB (kalau MB ditambah porsi krotonya). Hal itu bisa dilihat di sini.
    Sementara soal tledekan, lebih baik dipisah jauh. Tidak akan melatih mental, justru akan membuat drop. Setahan-tahannya orang bertinju, pasti akan ada yang kalah. Pafahal keduanya kan sifatnya nge-fighter.
    Jangan dikira yang akan ngedrop pasti tledekannya loh Om. Tledekan kalau sudah gacor dan matang secara umur, bisa bikin MB ngebatman (stres/drop/kalah) loh Om. Apalagi kalau MBnya sedang mabung, bisa-bisa jatuh mental beneran tanpa bertanding.
    Begitu Om?
    Salam,
    Duto Solo

  9. 21/01/2009 pukul 10:06 am

    salam omm,
    kembali ke masalah isian ya om,
    tetangga saya baru beli trucukan, eh malahan MB saya faseh bener,padahal sedang saya master gereja kawin(cd),CJ,gimana ya om,apa saya ganti maternya pake trucukan sekalian ya,soalnya panjang juga,kalau isian trucukan bagus apa ga ya om,burung selain trucukan yang karakter kicauannya sama apa ya om,trimakasih om
    salam

    Jawab:
    Untuk apa masteran trucukan, hehehe. Kalau untuk tujuan lomba, ya nggak joss dong bos. Kalau untuk kicauan di rumahan ya mending beli trucukan sekalian kan. MB dijual dan dapat trucukan segerobag.. wakakakaaa.
    Ya, itulah dilemanya pelihara burung. Tetangga senang burung tetapi nggak pas dengan peliharaan kita, kita jadi nggerundel. Kalau teman saya sih biasanya begitu ada tetangga yang punya burung nggak sreg dg burung dia, lantas dibeli dan diberikan teman lain yang rumahnya jauh. Celakanya, si tetangga jadi “ketagihan”, beli lagi dengan tujuan kita beli. Wehehehe, puyeng ya?
    Ya coba beri pengertian dia, kalau nggak bisa, ya kita yang harus pengertian.
    Biar imbang, jual saja MBnya dan beli cuvak rowo. Pas banget loh trucukan untuk isian CR.
    Suweer banget, saya tidak bisa memberi saran yang lebih bagus.

    Salam,
    Duto Solo

  10. 27/01/2009 pukul 10:25 am

    Kulo Nuwun Om Duto,
    Sya baru saja beli Mb Lahat Super ada juga yang mengira MB Medan, emg beda Mb Medan dan Lahat Super Secara Fisik dimana? Maklum lg ajaran … he..he…
    trus Mb tersebut kadang gemprong2 tp setelah saya pegang, karena pengin tau ekornya asli gk, soalnya sekarang banyak ekor di sock ..setelah itu Mb saya jd kendak jarang bunyi, Solusinya gmn Om biar mau bunyi lg apa harus dikasih vitamin2 tertentu atau EF apa gt? dan Ekornya yg panjang di bagian ujung gk beraturan katanya kena kutu, solusinya gimana? Kalo cari breedding MB medan sekitar solo mana ya?

    Jawab:
    Wah berondongan pertanyaannya ya mentang2 sesama Solo (dilarang saling mendahului, hehehe)…
    1. Soal beda MB lahat super dan medan I(versi Solo), kalau lahat super panjang tetapi lurus serta terkesan tipis ekornya. Sedangkan medan, panjang dan melengkung. Yang paling jelas, medan ekornya kalau pas buka dan bunyi, terlihat indah seperti kipas (pandangan dari depan/belakang, bukan samping).
    2. Soal nggak nggermprong ya karena stress saja. Nggak usah diapa2kan, asal dirawat dg baik akan pulih dengan sendirinya.
    3. Untuk MB kutuan, bisa dicari slosusinya di postingan lain. Sudah pernah saya tulis. Coba ya diklik saja dalam jawaban saya untuk pertanyaan di sini.
    4. Penangkaran MB yang bagus, ada di daerah Kalioso. Kalau tertarik, kapan main ke sana sama2 saya.
    Oke? Kalau nggak puas, bisa meluncur ke rumah saya di Kartasura.

    salam,
    Duto Solo

  11. 11 imex
    29/01/2009 pukul 7:08 pm

    salam cit2 cuit…
    om duto saya jg pengen share nih….
    gini lho om, saya py MB yang uda gacor, tembakan ok, fightingnya jg ok tp volume pas2an aj. yang pengen saya tanyakan om, bs gak ya naikin volume MB. klo bisa gimana?? soalnya klo di turunin di event gedhe minim bgth swaranya. thanxs om
    salam knal jg
    imex jogja

    Jawab:
    Weleh mau jawab apa yang kira2 bisa menghibur Om Imex ya hehehe, lha faktanya volume suara burung itu sudah nggak bisa ditreatmen apa-apa sih. Kalau dasar volumenya sedengan, ya memang tidak bisa ditreatmen untuk jadi lebih kenceng. Tetapi nggak usah berkecil hati, banyak juga MB yang volumenya pas-pasan bisa jadi juara di berbagai event karena punya tembakan2 khas.
    Coba saja MBnya dimaster (terutama kalau pas mabung) dengan suara kaset/CD ataupun sonic master. Pilih suara burung cililin, gereja kawin, LB CJ dan suara jangkrik. Kombinasi suara isian tersebut bisa menghasilkan MB yang bersuara melengking-lengking.
    Kalau MBnya saat ini sudag ada isian2 suara yang saya maksud, tinggal dipertahankan dan dipertajam saja dengan kaset/cd atau sonic master. Nggak perlu cari burung masteran. Selain nambah repot (repot banget loh kalau harus pelihara burung masteran banyak2) juga mempercepat kepunahan burung2 di hutan hehehehe.

    Salam,
    Duto Solo

  12. 30/01/2009 pukul 8:43 pm

    malam om duto,
    merawat burung emang bikin penasaran,hehehe…,
    langsung saja ya,
    apa bener paruh MB sangat berpengaruh ke karakter suara isian,misal paruh kecil+tipis :suara kenari+lain2 yang ngerol,paruh besar+tebal: suara nembak; CJ,cililin.
    sedangkan paruh MB saya sepertinya termasuk sedang+tipis,soalnya bunyi kenari gak bisa,CJ(nggebres) saja masih pendek tapi kasar,dll,enaknya gimana ya,di pertahankan apa cari yang lain,soalnya sayang volumenya keras+suaranya tajam2,skrang saya master gereja kawin dah mulai rajin,apa emang gereja kawin mudah di suarakan MB,
    tambahin lagi om,
    kalau LB ada 2 dalam 1 rumah apa gak tarung ya,
    sembarang LB apa bisa di gacorkan,ada yang bilang LB gacor sudah dari wataknya tanpa perlu perawatan pun akan gacor dengan sendirinya,trus ada lagi yang bilang syarat utamanya di master dahulu sama burung lain dan nantinya baru akan gacor,waaaaaaaah banyak banget ya tanyanya
    salam

    Jawab:
    Bukan bentuk paruh berpengaruh ke karakter suara, tetapi bentuk tertentu menandakan burung berpembawaan suara tertentu. Sedangkan bentuk paruh dan bentuk kepala dsb juga tergantung asal/habitat MB tersebut. MB di banyak bagian Aceh misalnya, rata-rata berparuh tipis. Sedangkan lahat relatif tebal kokoh. Nah rata-rata MB dengan paruh tipis itu mudah ngerol dan yang tebal mudah nembak.
    Lagian pula, kebiasaan ngerol atau nembak misalnya, itu juga tergantung dari isian juga dan kebiasaan dia mendengar suara tertentu dan mencoba membawakannya. Orang Medan atau Ambon atau mereka yang terbiasa sejak kecil dididik lagu-lagu rohaniah di gereja, misalnya, rata-rata setelah besar terbangun pita suaranya untuk menyanyi yang lebih baik secara rata-rata ketimbang mereka yang hidup di lingkungan lain.
    Hanya saja semua itu (bentuk paruh dan karakter suara) bukan hal yangh mustin dijadikan pegangan 100%. Sekadar acuan. Soal karakter suara MB Om Hadi seperti apa, ya Om sendiri yang tahu secara persis melihat keseharian MB itu. Kalau memang pas dimaster suara burung gereja, ya lanjutkan masterannya dan difokuskan ke sana.
    LB serumah gak akan tarung dalam artian seperti MB yang salah satunya akan drop. Paling sahut2an dan itu bagus untuk memaster MB.
    Burung apa saja, ya lebih bagus kalau dirawat. Nggak adalah burung nggak dirawat bagus kok jadi bagus. Kalau ada, ya keberuntungan saja. Keberuntungan itu 1:1000.
    Kalau LB kok dimaster burung lain, jadinya suara aseli hilang. Malah sudah nggak bagus lagi tuh. Coba baca lagi soal “keanehan” master-memaster ini di tulisan saya yang ini.

    Salam,
    Duto Solo

  13. 13 imex
    03/02/2009 pukul 10:04 am

    pagi om….
    makasi bgth ats saran om duto, dg segera akan hamba praktekan sarannya. smoga brhasil.. amien.
    maw tanya lg om, klo bikin cucak ijo ngotot tarungnya gmn yak??? soale py saya tu lagunya istimewa, volume ok, tapi pas di gantang kadang jalan, kadang gak. klo pas mau jalan si bs di gadang msuk 3 bsar, tp klo lg mlez jln ya uda kyk patung,,,mohon hamba di kasi tau resepnya biar ngotothe he makasi……buangeth.

    Jawab:
    Coba baca saja di kategori/topik perawatan burung. Kalau nggak puas, bisa tanya detail ya.

    Salam,
    Duto Solo

  14. 14 bayu gunawan
    04/02/2009 pukul 9:51 pm

    om duto saya kan masih baru2 seneng burung berkicau. jadi saya mau nanya sonic master tuh apa?

    Jawab:
    Sonic master itu barang elektronik yang dibuat secara khusus untuk memaster burung. Dengan (power) tenaga listrik, kita bisa menyetel alat ini untuk menyuarakan suara-suara burung secara terus menerus. Burung yang disuarakan antara lain cililin, lovebird, gereja tarung, jalak suren, suara jangkrik, dll. Volume bisa disetela pelan atau pun kencang. Suara bisa dipilih satu-satu (cililin terus misalnya) atau suara kombinasi (bergantian).
    Alat ini bisa diperoleh di kios tertentu di pasar burung (Solo, Semarang, Surabaya, Jakarta, Malang dsb). Harga saat ini (Februari 2009) berkisar antara 300 sampain dengan 350 ribu.
    Alat ini menurut saya efektif untuk memaster burung, tidak merepotkan dan praktis.

    Salam,
    Duto Solo

  15. 05/02/2009 pukul 1:33 pm

    siang om,
    saya mau beli MB buat sparing partner,kalau yang kalimantan aja gimana ya,bahan+muda hutan,murah meriah,gimana ya om,
    salam…….

    Jawab:
    Kalau mau cari sparing partner sepuluh ekor sekalian hehehehe. Ngapain sih repot-repot begitu. Kalau mau sparing partner ya carikan lawan MB punya orang lain yang nggak pernah ketemu.
    Kalau sparing partner kok sampai ketemu sepekan sekali, apalagi setiap hari masih saling dengar suara meski sayup-sayup, ketika dipertemuakan nggak bakal sama-sama ngotot. Percuma Om.
    Memang kalau MB kalimantan dan muda mentalnya bisa dipastikan jelek? Enggak lho. Bisa-bisa nanti malah “petinju” utamanya yang KO karena sparing partner begitu kan nggak bisa diatur seperti sparing partner tinju yang harus ngalah sama petinju utamanya.

    Salam,
    Duto Solo


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: