16
Okt
08

Ciblek yang bagus

Tanya:

Katanya ciblek yg bagus adalah ciblek yg dadanya berwarna putih semua, klo para KM ada yg punya gambarnya tlg saya dikasih donk.

Apakah ciblek yg dadanya berwarna putih semua menandakan klo ciblek tersebut sudah tua, atau memang dari usia muda/trotolan ciblek tersebut sudah berdada putih??

Tanggapan Mas Willy:

Ciblek yg ada dipasaran ada dua macam, yg satu dada kuning punggung kecoklatan dan satu lagi dada putih punggung keabu-abuan (Jatim). Yg Jatim burungnya agak lebih besar dari yg kuning dan suara lebih tebal dan nyarig. Variasinya juga lebih banyak, jadi kalo ingin pelihara lebih baik yg dada putih/Jatim. (Siapa sich yg gak suka dada putih,…??? ) (willy )

Tanggapan saya:

Mas Willy, ciblek yang dada putih itu bukan sebagai tanda ciblek Jatim, sebab di Jateng juga banyak (Solo misalnya). Kalau di Solo, ciblek yang bagus yang Anda maksudkan itu adalah ciblek sawah (habitatnya di semak2 di lingkungan persawahan), sedang ciblek (tanpa diikuti kata “sawah”) habitatnya di kebun dan/atau tegalan.

Beda suara keduanya yang paling mencolok bukan pada besar kecilnya (volume) suara, tetapi pada lagu serta warnasuara. Kalau ciblek suara utamanya adalah “cap…cap…cap…cap…cap”, maka ciblek sawah adalah “clik…clik….clik…clik…”. Untuk sekali ngangkat suara, lagu cap2 ciblek relatif pendek (nggak ada seperempat menit———menghitung dengan kecepatan normal paling sampai hitungan 10 sudah habis), sedangkan ciblek sawah relatif panjang, bahkan bersuara clik2 terus menerus sampai dua menitan (Anda berhitung sampai hitungan 120, kadang suara clik2nya belum berhenti) dan sangat bagus untuk masteran kenari.

Paling tidak, itulah yang saya pahami selama ini. (Duto)

Tanya:

Apakah ciblek bisa dimaster?

Jawab:

Nah itulah anehnya kita2 ini. Maunya semua burung bisa dimaster dengan suara apa saja. Prinsipnya sih bisa saja, bahkan CR pun bisa bersuara prenjak (hanya pelan memang). Tetapi kita harus ingat bahwa burung2 seperti CJ, ciblek, LB, cililin dan gereja adalah burung2 yang dipakai untuk memaster burung lain karena suara monoton mereka sangat khas dan dinilai “tinggi” oleh juri2 di arena lomba.

Jadi kalau burung2 bersuara monoton khas itu kemudian dimaster dengan suara burung lain, ya nggak paslah. LB, CJ, atau ciblek yang sudah dimaster dengan suara burung lain, “nilai”nya di arena lomba malah bakal anjlok. (Duto)


1 Response to “Ciblek yang bagus”


  1. 1 Denny
    20/01/2009 pukul 10:47 am

    ciblek saya susah bunyi,gimana ya pak.

    Jawab:
    Wah pertanyaan pendek tetapi jawabnya yang sulit nih, hehehe.
    Ya bisa jadi itu dikarenakan:
    1. Burung masih muda.
    2. Burung betina.
    3. Perawatan yang kurang.
    Untuk perawatan, ciblek nggak repot sebenarnya. Yang penting, dia kecukupan krotonya. Kalau tidak ada kroto bisa jangkrik yang kecil-kecil.
    Begitu Om?

    Salam,
    Duto Soilo


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: