16
Okt
08

Asal cucak rowo kontesan

Pertanyaan:

Sebenarnya Cucak rowo yg saat ini merajai kontes2x tanah air kebanyakan asalnya dari mana sih ?

CR Lampung, Medan ataukah Kalimantan ?

Apa kelebihan dan kekurangannya masing2x ?

Krn ada teman diluar KM yg pingin invest penangkaran CR, siapa tahu bisa memberi masukan.

Biar tahap awal ttg pemilihan asal daerah jenis burung sendiri bisa mengikuti trend lomba juga nantinya (kalau berhasil,.. hee..hee), tk’s (std).

Jawab:

Dari Jawa (penangkaran, Mas)……………hehehehehe….

Kalau menurut saya, belum ada jawaban pasti soal itu Mas. Soalnya, kalau kita lihat para CR jawara di berbagai lomba itu tidak (belum) pernah diidentifikasi asal-muasalnya.

Hanya secara umum, CR2 asal Medan dan juga Lampung, itu besar2 bodynya dan suaranya keras tetapi ngebas.

Sedangkan CR asal Kalimantan, bodynya kecil2 tetapi suaranya cenderung lantang memekakkan telinga.

Nah untuk lomba, penilaian biasanya lebih pada lagunya (ngropel enggak, panjang2 enggak) sebab CR yang lagunya panjang2, apalagi ngropel, akan terlihat sekali mendominasi lapangan dan juri akan segera ketahuan oleh peserta kalau memberikan penilaian “ngawur”.

Soal mental, tergantung “pelatihan”. Kalau terbiasa ditempatkan di tempat ramai dan biasa ketemu CR lain, biasanya mentalnya bagus (dalam artian, ketika kondisi kesehatan dan psikisnya normal) dan mau bunyi saat gabung di arena lomba.

Kalau untuk ditangkarkan, saya sarankan yang body gedhe saja. Sangat “menjual”.

Saya tebak nih, yang mau nangkar itu teman saya sendiri. Inisialnya Std….. Nah Anda sendiri!!! Bukan siapa-siapa, ya kan ya kan ya kan? Hehehehe…….(Duto)


2 Responses to “Asal cucak rowo kontesan”


  1. 03/01/2009 pukul 9:40 am

    sya punya murai batu borneo sudah 4 th nan sy pelihara burung nya aktip bunyi
    sampai2 burung yg lain ngak mau bunyi kalau dia sudah bunyi bagaimana menanggulangi nya.

    Jawab
    Wah lha maksudnya mengatasi MB gacor agar tidak gacor atau agar burung lain jadi bunyi, hehehe.
    Agar burung lain bunyi, nggak ada jalan lain kecuali MB gacornya menyingkir dulu Om. Burung kalau sudah kalah mental (apalagi tipe fighter), dia tidak akan bunyi kalau burung “penekan”-nya tetap masih terdengar suaranya.
    Cara mengatasinya, hanya Anda yang bisa mencari jalan keluarnya; tinggal mana yang mau dipindah…..
    Dilematis ya Om, tetapi itulah seninya memelihara burung. Gacor bingung… nggak bunyi juga bingung…
    Tetapi masih mending lho. Coba kalau nggak ada yang bunyi sama sekali, apa nggak tambah pusing? Heheheh.
    Salam,
    Duto

  2. 2 fras
    05/02/2009 pukul 7:33 pm

    saya mau tanya kalo iseng-iseng ternak cucak rowo caranya gimana?? kandangnya bgaimana?? harga yang termurah berapa??

    Jawab:
    Wealah Om, lha yang serius aja pada puzhing membiakkannya, lha ini malah sekadar iseng…. heheh.. tetapi nggak apa-apa Om, biasanya yang berangkat santai dan enjoy malah banyak yang berhasil…..
    Untuk kandang, coba lihat di foto-foto postingan ini dan bisa untuk gambaran. Harga indukan yang termurah sekitar Rp, 10 juta. Kalau mau murah, menjodohkan sendiri saja. Coba lihat cara penjodohan yang sudah pernah saya posting di sana.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: