16
Nov
08

Kacer Jatim vs Kacer Bogor

Tanya:

Rekan2 saya baru dapat kacer lokal jatim gacor, Dirumah ada juga kacer bogor(jabar) belum lot. Yang ingin saya tanyakan kenapa kok sdh 1 minggu dirumah kacer jatim sy yg gacor ikut diem hanya sekali2 bunyi tidak seperti waktu sy beli. Apakah memang kacer itu butuh teman fighter. Apakah ada burung jenis lain yg sekiranya bisa jd pasangan sehingga bisa merangsang utk gacor lagi. jika ada yg tahu solusinya mohon dikasih pencerahannya. Atas sarannya sebelumnya saya ucapkan terima kasih. (Gatut )

Jawab:

—Bisa jadi kacer Jatim Anda kalah mental dengar suara kacer yang dari Bogor meski kacer yang terakhir itu belum gacor. Mungkin juga karena ada perubahan menu makanan/cara perawatan (mandi, jemur dsb). Oleh karena itu akan lebih baik (kalau bisa) Anda tanyakan lagi kepada majikan sebelumnya tentang bagaimana perawatan sehari-hari (kebiasaan) dari kacer Jatim milik Anda itu.

— Kacer adalah burung fighter (seperti MB, sulingan/tledekan, decu, larwo dsb) yang harus dipisah (sangat relatif caranya) dari burung sejenis atau burung fighter lainnya. Sebab, salah satu dari burung fighter itu bakal kalah dan akhirnya drop. Jadi, untuk kacer Anda, bisa dicarikan partner asalkan partnernya BUKAN burung fighter. (Duto)


4 Responses to “Kacer Jatim vs Kacer Bogor”


  1. 1 agus
    06/11/2008 pukul 8:49 pm

    burung fighter itu apa saja ???
    kalau bukan burung fighter itu apa aja ???
    sorry masih baru

  2. 07/11/2008 pukul 6:14 pm

    Saya sebutkan beberapa saja ya…
    Burung fighter itu contohnya murai batu, kacer (poci/koci), tledekan atau sulingan.
    Yang bukan fighter contohnya cucakrowo, anis merah, anis kembang, kenari dsb.
    Sebenarnya, pengertian fighter itu bukan pengertian baku. “Fighter” atau petarung merujuk pada burung yang sangat reaktif terhadap kedatangan burung sejenis (langsung teriak-teriak karena merasa teritorinya terancam kali ya?).
    Jika kedua burung fighter diadu, maka jika salah satunya kalah, maka yang kalah tersebut tidak pernah lagi berani bersuara di dekat si pemenang.
    Beda dengan burung non-fighter, mereka tidak berusaha “kalah atau menang”. Jadi pada umumnya, mereka tetap bisa berdekatan tanpa saling merasa terintimidasi.

    Salam,
    Duto

  3. 24/11/2008 pukul 10:54 am

    klo perbedaan kacer kaltim dengan jatim ???

  4. 24/11/2008 pukul 9:24 pm

    Om Rapik,
    Kacer Kaltim dengan Jatim secara sekilas hampir sama. Cuma, untuk kacer Kaltim cenderung lebih besar, leher lebih jenjang, ekor lebih pendek, dibandingkan kacer Jatim.
    Kalau soal gaya tarung, volume, semangat tempur dan sebagainya, tidak ada perbedaan. Banyak kacer Kaltim yang bagus, demikian pula banyak kacer Jatim yang bagus. Juga, sama-sama ada yang jelek.
    Tetapi patokan utama untuk memilih kacer adalah dari sisi volume suara kalau sudah bisa sama-sama didengarkan suaranya. Untuk isian dan lagu, tergantung bagaimana kita mengisinya/memasternya.
    Secara umum, kacer dengan jenis yang sama tetapi punya body yang berbeda, maka pilih yang body besar. Cuma, volume besar kadang kalah dengan suara yang ngristal ketika sama2 diadu dengan banyak kacer lainnya. Suara kristal cenderung menyengat di telinga dan “tembus” sampai luar arena.
    Jadi memang masing-masing burung ada kelemahan dan kelebihannya. Tergantung kita mau pilih yang mana.
    Salam,
    Duto


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: