23
Nov
08

Murai Batu (4): Kelebihan berdasar daerah asal

MB berdasarkan Daerah Tangkapan
1. Muray Batu Kawasan pesisir, memiliki postur yang agak ramping dan ekor sedang namun sebagian besar tidak memiliki ekor putih, suaranya isian alam agak kurang karena medan tempurnya pesisir. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan MB ini disenangi di BNA dan sekitarnya…, salah satunya adalah MB ini biasanya dari pegunungan yg langsung berhadapan dengan laut (tebing2 di kawasan pesisir ) dengan tingkat persaingan yg sangat keras dengan predator dan sumber pakan yg terbatas ( sehingga tidak rewel dengan makanan ), secara alamiah memiliki temperamen & mental yang sangat bagus…mungkin ini yg menyebabkan lebih mudah beradaptasi dengan manusia & lebih cepat bunyi…( selain itu mungkin juga perawatannya yg baik )Biasanya MB yang berasal dari kawasan pesisir tidak terlalu besar, dan bulu dada yg kurang tebal, tetapi memiliki fisik yang lebih lincah dan kuat dengan vol. yg diatas rata2. (kemungkinan dialamnya sering terbang nentang angin, dan naik turun dari tebing terjal ) dipinggiran laut…

2. Muray Batu kawasan pegunungan lebat, memiliki postur rata-rata jumbo dan ekor bervariasi, namun MB dari kawasan ini terkenal galak dan ganas, isian alam MB daerah ini luar biasa apalagi kalau bisa mendapatkan yang muda hutan untuk dimaster. Isian alam MB kawasan hutan lebat biasanya hampir semua suara yang ada dihutan tsb (suara burung-burung hutan, jangkrik hutan, siamang, monyet dan suara-suara aneh lainnya dipadukan dengan tembakan-tembakan/besutan kasar dan tajam). Kalau yang dikawasan air terjun suara isian alamnya ya itu tadi mendesir dan menderu dan dipadukan dengan suara alam sekitar air terjun tsb, biasanya sebelum bunyi ada intronya dulu. Namun dengan kondisi sekarang ini dengan maraknya penebangan hutan secara liar serta perburuan yang merajalela. Banyak MB yang bermigrasi dari wilayah yang satu ke wilayah lainnya, maka tidak bisa kita mengatakan kalau MB yang ekor hitam hanya ada disatu wilayah saja. Kelebihan MB dari daerah ini yaitu tadi ……banyak isian alamnya..Kekurangannya sedikit liar karena jarang berjumpa dengan manusia dan agak susah makan makanan instan (voer) .Ciri fisik biasanya MB dari daerah ini bodynya besar2,karena tersedianya makanan yg melimpah dan air serta lingkungan/habitat tempat tinggal.tetapi ada juga yang posturnya kecil juga..sama halnya dengan kita-kan.

3. Muray Batu kawasan air terjun/ngarai, memiliki karakter yang tenang dan pandangan yang teduh, memiliki suara alam yang khas (menderu dan mendesir), posturnya rata-rata ramping dan warna bulunya agak pudar/tidak mengkilap. (Zalthie/Ramoelan/Moelsip, potingan: Tim Editorial Kicaumania.org di kicaumania.org)


5 Responses to “Murai Batu (4): Kelebihan berdasar daerah asal”


  1. 1 Ari
    02/12/2008 pukul 3:06 pm

    tulisan-tulisan yang perlu dibaca untuk memperdalam wawasan sehingga mendapatkan pengalaman berharga.

  2. 03/12/2008 pukul 12:06 am

    @Om Ari
    Trims Om atas kunjungan Anda ke blog ini.
    Salam,
    Duto

  3. 15/12/2008 pukul 5:27 pm

    Mas Duto, salam kenal.
    Tulisannya bagus banget, sangat bermanfaat bagi orang-orang yang awam dalam hal perburungan, kayak saya.
    Cara ngenalin MB Bahan asal Medan gimana caranya sih Mas? tolong share dong.. biar saya ga salah beli.
    Saya pernah baca di KM (tulisan Herry Aceh kalo ga salah). Dalam tulisan itu disebutkan ada MB dengan pola ekor 4:2 (putih empat pasang, hitam dua pasang) dan pola ekor 3:3 (putih dan hitam masing2 tiga pasang). Nah, yang MB Medan tu yang memiliki pola ekor mana Mas? Mohon pencerahan.
    Trims.

    Jawab:
    MB Medan yang saya kenal adalah MB Medan versi Solo Om, hehehehe.
    Sebab senyatanya, saya sendiri tidak tahu apakah MB2 yang dulu kali pertama saya ketahui disebut sebagai MB Medan itu berasal dari seputaran Medan ataukah yang dijual di pasar2 burung Medan. Dengan demikian, asalnya bisa dari Pasaman, Tapak Tuan, Sabang, Tangse atau daerah mana lagi-lah.
    Selama ini yang dikenal sebagai MB Medan di Solo adalah MB dengan pola ekor 4:2 dengan panjang sekitar 2,5-3 kali panjang badannya. Ekor tersebut tidak hanya terkesan melengkung tetapi terlihat tebal. Kalau pas membuka, ekor panjang tidak terpisah dari ekor putih. Tetapi semuanya membuka kompak dengan terlihat seperti kipas kalau dilihat dari belakang atau depan.
    Ekor MB Medan versi Solo, pada empat ekor bagian dalam (putih) tidak keseluruhannya berwarna putih, tetapi pada sekitar 1/4 bagian panjangnya (di pangkal, bagian dalam) berwarna hitam.
    Kira-kira begitulah yang saya ketahui tentang MB Medan versi Solo.
    Btw, saya sudah berkunjung ke http://www.budiraharjo.com. Bagus tampilannya tetapi saya tidak paham isinya karena saya gaptek banget. Itu sudah IT tingkat tinggi ya Om?
    Yang saya rasakan hanyalah mata kepyur-kepyur karena tata warna di website Om Budi kurang pas dengan mata tua saya, hehehehe. Nggak apa-apa, kan memang bukan orang seperti saya ya target auidience-nya, hehehe.
    Kalau boleh tahu juga, adakah hubungan antara Polaris-nya Om Budi dengan radio Polaris di Magelang?
    Ok Om terima kasih telah berkunjung. Jangan kapok ya?
    Duto

  4. 16/12/2008 pukul 12:29 pm

    OK Mas Duto, terima kasih banget nih atas sharing ilmunya, yang pasti bisa saya jadikan parameter untuk cari bahan MB, biar ga keliru.

    Polaris yang saya sebutkan di blog-ku sama sekali ga ada hubungannya dengan radio Polaris di Magelang, wong sekarang saya ada di Bandung kok…hehe.

    Saya tetep akan cek terus tulisan baru njenengan, terutama yang berkaitan dengan MB. Maturnuwun Mas…

    Jawab:

    Terima kasih juga. Kalau saya ada masalah dengan soal IT saya tanya ya?
    Soalnya dalam waktu dekat saya mau meluncurkan sebuah portel berita nih di Jogja.
    Salam.
    Duto

  5. 25/12/2008 pukul 1:39 pm

    Kesalahan ada pada point 1 tentang MB pesisir.
    Semua MB pesisir atau MB yang berasal dari wilayah pantai, memiliki ekor berwarna putih.

    MB pesisir cenderung memiliki kelebihan vokal yang relatif dahsyat.

    Sedangkan MB yang tidak memiliki ekor putih, adalah MB yang berasal dari wilayah kepulauan kecil di seputar P. Sumatera.
    MB seperti ini terkenal dengan sebutan MB Pulau, jadi berbeda dengan MB pesisir.

    Wilayah kepulauan ini meliputi, sabang, sinabang, P. Nasi, P. Aceh, Nias, Kepulauan Mentawai, dll.

    Semoga bisa bermanfaat.

    Jawab
    Untuk MB yang nggak punya warna putih pada ekor, di Jawa, secara umum disebut sebagai MB Nias (Ini kan pulau di barat Sumatera ya).
    Dan secara umum pula, MB nis memiliki keunggulan pada suara kristalnya yang melengking-lengking.
    Terima kasih untuk masukannya Om.
    Salam,
    Duto


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: