30
Des
08

2 Fakta tentang anis merah

Ini sekadar fakta yang pernah saya temui, tetapi tentunya tidak bisa digeneralisir untuk semua AM pada semua kondisi karena pasti banyak variabel lain yang tidak terpantau:

1. Saya lihat kawan punya AM anakan (habis ganti bulu dari trotol) yang menurut feeling saya bagus. Dia cerita ngeplongnya cuma sekali-dua kali. Saya beli, dan tidak ada hal lain yang saya ubah (karena si kawan itu cerita semua detail tentang perawatannya dsb). Sore saya ambil, paginya langsung ngeplong2 bersusul2an. Kesimpulan (atau fakta yang saya peroleh): AM saya jadi rajin ngeplong karena ada perubahan suasana yang (nggak tahu seperti apa) yang membuat dia happy. (Itu kejadian 3-4 tahun lalu. Saya tidak tahu sekarang di mana rimbanya karena beberapa pekan kemudian burung itu patah kaki karena terjepit dan saya hibahkan ke tetangga).

2. Kawan saya pelihara AM, katakan saja nama si AM itu A. Dia hanya bunyi sesekali (kadang pagi tok, itupun hanya ngeplong dan cuma 3-4 kali) dan tidak pernah mau teler. Dia pelihara sudah 2 tahun sejak beli trotolan (sampai 2-3 kali mabung). Juga tidak mau bunyi apalagi teler kalau digantang barengan dengan 2-3 AM. Suatu ketika, ada latber-an. Kawan saya berencana nurunkan AM lainnya, katakanlah si B. Tetapi karena yang mengambilkan di rumah adalah saya (teman itu dari kantoran langsung ke tempat latberan) dan ada miskomunikasi, yang saya bawa adalah si A.

Setelah kami sempat ger2an karena saya ternyata salah membawa “burung bisu”, kami hanya ngobrol2 dan tidak bergerombol ikut nge-charge. Dengan perasaan menyesal, saya hanya melihat si A yang saat itu terus ngidang2/nyendok2 dan ngecret2. Entah karena apa, saya sontak berdiri dan bilang ke kawan, “Saya turunkan.” Si kawan menjawab, “Apanya?”. “Burung bisu ini,” jawab saya. “Edan, marakke kesel thok-lah (cuma bikin lelah aja)”, kata dia ogah2an. “Ra pa2. Luwih kesel aku sing wis kangelan nggowo (Nggak apa2. Lebih lelah saya ang sudah capek2 bawa),” kata saya bergurau. Dan singkat kata, saya ikutkan “Si Bisu”, tanpa charge, tanpa treatment apa2. Percaya nggak percaya, si A hanya memerlukan dua-tiga kali ngeplong langsung “kluk” …menekuk leher… dan leeeer….. teler. Gilanya lagi, volume kerasnya seperti kalau ngeplong2, tidak hilang ketika teler. Dan, ini juga percaya tidak percaya, dapat koncer favorit meskipun hanya C. Saat ini, AM yang akhirnya diberi nama “Si Bisu” itu, menjadi salah satu andalan kawan saya.

Kesimpulan saya (faktanya): AM yang di rumah tidak pernah bunyi, belum tentu AM jelek.
Itu kawan2, dua fakta tentang AM, yang moga2 bisa Anda tambahi berdasarkan pengalaman Anda, yang tentu akan menambah wawasan kita semua.
Salam,
Duto Solo


6 Responses to “2 Fakta tentang anis merah”


  1. 31/12/2008 pukul 10:17 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com.

    Jawab:

    Terima kasih.
    Duto

  2. 2 bayu gunawan
    11/01/2009 pukul 9:26 pm

    pa saya mau tanya nich??
    Gimana ya cara membedakan jenis kelamin anis merah?

    Jawab

    Untuk masalah ini, silakan lihat di tulisan tentang “AM saya jantan apa betina”.
    Tetapi dalam waktu dekat, saya akan menulis beberapa referensi lagi mengenai cara mengetahui jenis kelamin AK. Ditunggu ya.

    Salam,
    Duto Solo

  3. 3 bayu gunawan
    25/01/2009 pukul 9:20 pm

    om kalau untuk memaster burung AM burung apa aja yang di butuhkan?

    Jawab:
    Masteran yang murah meriah saja seperti CJ dan jangkrik (beli di pasar, jantan yang sudah dewasa). Yang paling efektif dan murah ya sonic master atau memutar CD/kaset suara burung seperti CJ, LB, atau juga cililin. Kalau ada suara2 dari alat itu, nggak perlu banyak2 burung masteran. Malah bikin repot.
    Salam,
    Duto Solo

  4. 27/01/2009 pukul 10:44 am

    Kulu Nuwun Om,
    Sya Punya AM dulunya bunyi mp teler karena sangkarnya jatuh jd kendak mpe sekarang solusinya gmn?

    Jawab:
    Ada beberap postingan saya mengenai hal itu. Coba dicari di kategori Anis Merah. Atau, salah satu tips untuk perawatan AM macet bunyi bisa klik di sini.
    Kalau kurang puas, coba deh sampaikan pertanyaan lagi dengan menceritakan kondisi secara umum (usia, pakan, model mandi, jemur, EF dsb, serta kondisi bulu saat ini).

    Salam,
    Duto Solo

  5. 5 bayu gunawan
    04/02/2009 pukul 8:13 pm

    om AM saya kenapa ya kalau di barengin ama AM temen diem aja trus sayap nya kebawah. dan kotorannya cair(mencret) maaf ya om kalau ga sopan.

    Jawab:
    Kalau sendirian bunyi apa enggak? Kalau sendirian bunyi tetapi ketemu lawan diam, berarti belum fit secara mental. Perlu sering dilatih dipertemuakan dengan burung lain. Soal kotoran cair, bisa karena kondisi cuaca saat ini yang memang kurang mengenakkan untuk burung, bisa juga karena makanan. Burung dengan kondisi seperti itu malah perlu diberi buah terutama kates/pepaya. Dengan makan pepaya, burung tidak terlalu banyak minum dan nanti kotoran tidak cair.
    Atau bisa juga dicek, apakah matanya berair. kalau berair, biasanya karena cacingan. Beli saja obat cacing untuk unggas. Baca aturan pakainya disesuaikan dosisnya untuk keperluan burung.

    Salam,
    Duto Solo

  6. 6 bayu gunawan
    05/02/2009 pukul 7:00 pm

    kalau sendirian cuma ngeriwik doang om. maksud burung lain tuh apa om?apa burung AM, apa burung jenis lain?
    om kalau burung anis yang strees tuch cirinya apa sich?
    maaf ya om kalau terlalu banyak nanya.
    makasih ya om

    Jawab:
    Ya burung jenis lain bisa, AM juga bisa, yang penting untuk merangsang AM bunyi keras.
    Contoh burung stress ya ngriwik saja tidak mau. Jadi, AM Om memang belujm birahi saja atau memang belum fit kondisinya. Dirawat yang baik saja…
    Coba baca2 lagi tulisan di kategori Anis Merah ini, yang sudah banyak bertebar tips-tips untuk membuat AM mau bunyi keras.

    salam,
    Duto Solo


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: